Breaking News
  • Home
  • Pariwisata
  • Inilah Sosok Insira Dafiatul Husna Senduk Ponorogo 2018

Inilah Sosok Insira Dafiatul Husna Senduk Ponorogo 2018

By on August 25, 2018 0 605 Views

Tak terbayang akan menjadi duta wisata Ponorogo tahun ini, Insira Dafiatul Husna senduk terpilih tahun 2018 adalah seorang pelajar dari SMAN 1 Ponorogo. Selain sebagai pelajar dirinya juga membantu cathering ibunya di rumah. Pelajar kelas XI itu di sekolahnya juga di nobatkan sebagai Putri SMAN 1 Ponorogo pada peringatan hari Kartini.

Beban berat sebagai delegasi sekolah sempat membuat dirinya tak percaya diri dan minder dalam mengikuti ajang bergengsi Duta Wisata Kakang Senduk Ponorogo, ia harus bersaing dengan 253 pendaftar yang kebanyakan dari perguruan tinggi negeri dan swasta menjadi rivalnya.

Hal itu bukanlah rintangan yang berarti bagi dirinya, baginya memberikan prestasi terbaik untuk orang tua merupakan sesuatu yang paling penting. Apalagi ayahanda Insira, Husaini meninggal tahun 2012 lalu, “prestasi ini saya persembahkan untuk orang tua, untuk Ibu, dan khususnya untuk almarhum Ayah,” ungkapnya kepada ponorogo.go.id sambil berkaca-kaca, Jum’at (24/8).

Tahap demi tahap ia lewati tanpa halangan berarti, bakat solo vokal yang ia miliki menjadikan nilai plus di hadapan para juri, terumatama saat test talenta dari 30 besar menuju grand final. Ia menceritakan sebelum melakoni malam puncak pemilihan kakang senduk, ia menjalani berbagai tahapan pembekalan, mulai dari karantina selama tiga hari penuh hingga berlatih koreografi satu minggu, persiapan materi pun tak luput ia persiapkan.

Gadis manis kelahiran 2001 itu memilih menyiapkan materi bidang politik dan pendidikan, namun prediksinya mbeleset. Itu setelah dia memilih pertanyaan nomor enam yang memaksanya improvisasi menjelaskan bidang seni. Rupanya memilih persiapan materi di bidang politik dan pendidikan dilakukannya bukan tanpa alasan. Sebab baginya bidang seni, budaya, dan wisata yang menjadi kekayaan Ponorogo sudah menyatu dengan jiwanya, dewan juri dan penonton dibuat terkagum atas jawaban spontanitas Insira di panggung utama malam grand final.

“Langsung respon meskipun perkiraan saya mbeleset. Karena saya lebih mempersiapkan bidang politik dan pendidikan yang memang menjadi kelemahan saya. Ternyata yang keluar seni, alhamdulillah bisa jawab,’’ ungkap bungsu tiga bersaudara itu.

Akhirnya dari hasil kerja kerasnya mempersiapkan mental dan kepercayaan diri berbuah manis, tugas panjang untuk mempromosikan budaya dan wisata unggulan berada di pundaknya. Dia pun harus pandai-pandai mengatur waktu di sela kesibukannya sekolah, apalagi tugas kakang senduk terpilih tahun ini bertambah, dirinya mendapat amanah untuk getol menyuarakan 16 destinasi wisata bersama City Tour. Mulai wisata religi seperti Masjid Tegalsari, wisata kuliner sate Ponorogo, batik, spot wisata arum jeram di Singgahan, hingga desa wisata seperti Glinggang, Sukosewu, dan Ngebel. “Jadwal harus saya susun jauh-jauh hari agar tidak berbenturan. Kuncinya tetap harus disiplin waktu, disiplin diri, dan terlebih doa restu ibu yang selalu menguatkan saya,’’ sambungnya.

Sekarang dirinya sudah dinobatkan menjadi Senduk Ponorogo 2018 itu berarti tanggung jawab dan tugasnya bertambah. Meskipun ia sudah dinobatkan menjadi Senduk Ponorogo 2018 ia tidak segan dan malu membantu Nuraini, sang ibu yang harus bekerja membuka catering untuk membiayai segala keperluannya, tak jarang di sela jadwal senggang-nya dia harus bergelut dengan bumbu dapur di ruang kerja ibu. “Karena juga kewajiban untuk membantu ibu, dan kewajiban juga untuk melaksanakan apa yang menjadi tugas saya. Jadi harus pandai-pandai mengatur waktu,’’ ucap gadis yang bercita-cita sebagai dokter itu. (Kominfo/fdl)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *