Breaking News
  • Home
  • News
  • Inspeksi Pasar, Distan Yakin Kondisi Hewan Kurban Ponorogo Baik

Inspeksi Pasar, Distan Yakin Kondisi Hewan Kurban Ponorogo Baik

By on August 15, 2018 0 215 Views

SAPI dan hewan kurban lain di sejumlah pasar dan peternakan di Ponorogo dipastikan dalam kondisi baik. Tim Kesehatan Hewan Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo meyakini hal ini setelah melakukan inspeksi kesehatan pada sapi dan kambing kurban di pasar maupun di kandang para peternak di Ponorogo.

Kasi Kesehatan Hewan Bidnak Distan Ponorogo Siti Barokah menyatakan, pihaknya bersama tim telah berkeliling ke sejumlah tempat seperti pasar dan peternakan sejak sepekan terakhir. Pemeriksaan kesehatan hewan kurban dilakukan guna memberikan jaminan pada masyarakat bahwa sapi atau kambing yang dijual merupakan jenis hewan yang sehat, tidak menderita penyakit berbahaya.

Petugas memeriksa kondisi sapi untuk memastikan ternak yang dijual sebagai hewan kurban cukup sehat dan baik untuk dikonsumsi. Tampak tim Keswan Bidnak Distan Ponorgo saat inspeksi di Pasar Hewan Jetis, Rabu (15/8/2018).

Pemeriksaan juga sebagai upaya untuk meyakinkan bahwa ternak yang akan jadi hewan kurban sudah memenuhi syariat. Yaitu sudah powel atau pernah tanggal dua giginnya dan tidak sanglir atau cacat pada alat kelaminnya.

“Dari hasil pemeriksaan di desa-desa dan lanjut ke beberpa pasar hewan di kecamatan di Kabupaten Ponorogo hasilnya cukup bagus,” ujarnya di sela pemeriksaan hewan di Pasar Hewan Jetis, Rabu (15/8/2018).

Petugas memeriksa kondisi sapi untuk memastikan ternak yang dijual sebagai hewan kurban cukup sehat dan baik untuk dikonsumsi. Tampak tim Keswan Bidnak Distan Ponorgo saat inspeksi di Pasar Hewan Jetis, Rabu (15/8/2018).

Tim keswan hanya menemukan adanya penyakit kaskado atau cacing mata pada sapi. Meski jumlah sapi yang menderita kaskado cukup lumayan, namun penyakit ini tidak membahayakan. Daging sapi penderita kaskado yang telah disembelih tidak berbahaya bagi manusia.

“Kaskado atau cacing mata pada sapi berawal pada gatal seputar kelopak mata yang selanjutnya digosok-gosokkan oleh sapi. Sebenarnya penyakit ini gampang sembuh jika diobati. Tapi pengobatan dilarang dilakukan jika mendekati disembelih untuk hewan kurban karena kadar residu obat yang berada di tubuh sapi akan berbahaya bagi manusia,” terang Siti Barokah. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *