Breaking News
  • Home
  • Slider
  • Jadi Binaan Perdagkum, Becak Kayuh Bakal ‘Didandani’

Jadi Binaan Perdagkum, Becak Kayuh Bakal ‘Didandani’

By on April 23, 2018 0 176 Views

 

BECAK kayuh yang kembali bergairah setelah bentor alias becak bermotor dibatasi operasionalnya akan semakin bergairah. Bahkan, Pemkab Ponorogo telah mempersiapkan program untuk melakukan pembinaan terhadap para pembecak kayuh dan becaknya.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Perdagkum) Kabupaten Ponorogo Addin Andanawarih mengatakan, mulai 2018 ini, para tukang becak telah bergabung dalam sebuah paguyuban. Sebanyak 383 pembecak kayuh telah terdaftar dan menjadi kelompok masyarakat (pokmas) yang menjadi binaan Dinas Perdagkum Ponorogo.

“Mulai tahun ini pembecak menjadi binaan kami sehingga nantinya akan ada program untuk mereka,” ungkap Addin, Senin (23/4/2018).

Program yang akan segera direalisasikan adalah penyeragaman pembecak dan becaknya sebagai becak wisata. “Yang sedang dibahas adalah seragam penadon. Jadi para pembecak akan mengenakan baju hitam-hitam itu lengkap dengan udhengnya. Lalu becaknya akan kita cat sehingga akan lebih menarik,” terangnya.

Pembinaan ini, kata Addin, menjadi upaya untuk menata becak sebagai moda transportasi yang sampai saat ini masih dibutuhkan oleh masyarakat. Juga agar moda transportasi ini bisa menjadi daya tarik wisata di kota Ponorogo.

“Untuk seragam penadon itu nantinya gratis, difasilitasi pemerintah, karena mereka merupakan pelaku pariwisata. Selain dicat, becak wisatanya juga akan dihias, itu lo di bagian belakang akan ada bentuk mirip dhadhak merak,” terang Addin sambil menambahkan bahwa Pemkab juga berencana mempercantik pangkalan becak yang ada.

Bantuan lain seperti pelatihan membuka usaha atau berbisnis, membat kerajinan atau pelatihan lain bisa juga diberikan apabila pembecak yang tergabung dalam paguyuban tersebut menginginkan. (kominfo/dist)