Breaking News
  • Home
  • News
  • KA Dindik : UN SMP/MTs Masih Banyak Menggunakan UNKP

KA Dindik : UN SMP/MTs Masih Banyak Menggunakan UNKP

By on April 20, 2018 0 185 Views

Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Pertama (SMP)/MTs bakal digelar empat hari mulai tanggal 23-26 April mendatang, Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo mulai mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk Ujian Nasional.

UN SMP/MTs di Ponorogo di bagi menjadi 2, ada sekolah yang sudah mengunakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan ada juga yang masih Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) atau yang biasa disebut Paper Basic Test (PBT).

Tutut Erliena, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo

Dari sejumlah lembaga SMP baik negeri maupun swasta di Ponorogo ternyata masih banyak yang menggelar UN berbasis kertas dan pensil (UNKP) atau yang biasa disebut Paper Basic Test (PBT). Data di Dinas Pendidikan (Dispendik) Ponorogo menunjukkan dari 90 lembaga SMP negeri dan swasta, hanya 37 lembaga yang menyelenggarakan UNBK. Sedangkan sisanya sebanyak 53 lembaga masih UNKP. ‘’Karena memang lembaga-lembaga itu belum siap (menyelenggarakan UNBK),’’ kata Kepala Dispendik Ponorogo Tutut Erliena, Jum’at (20/4).

Disamping itu Tutut mengungkapkan banyak faktor yang mempengaruhi sekolah sehingga belum siap melaksanakan UNBK. Di antaranya karena belum memiliki sarana dan prasarana memadai sesuai yang distandarkan pemerintah untuk menggelar UNBK. Sebenarnya, hal itu bisa disiasati dengan menumpang di sekolah SMA maupun SMK terdekat yang memiliki piranti komputer memadai. ‘’Tapi kan jumlahnya kadang tidak seimbang antara jumlah SMA atau SMK dengan SMP di sekitarnya,’’ ujarnya.

Di masing-masing kecamatan, lanjut Tutut, sudah pasti ada lembaga SMP baik negeri maupun swasta. Jumlahnya kadang malah lebih dari satu lembaga. Sedangkan untuk lembaga SMA dan SMK, biasanya hanya ada satu atau bahkan tidak ada sama sekali. Karena itu, jika sudah ada sekolah yang menumpang maka sekolah (SMP) lain dipastikan tidak bisa dan terpaksa menyelenggarakan UN dengan PBT. ‘’Jadi kalau jumlahnya lebih banyak kan tidak bisa menumpang semua,’’ terangnya.

Selain kendala sarana dan prasarana, mantan Kepala SMAN 1 Babadan ini juga menjelaskan bahwa belum tentu semua sekolah memiliki tenaga proktor atau teknisi. Sehingga merasa belum mampu menyelenggarakan UNBK. Bisa juga semuanya terpenuhi namun siswanya belum siap untuk UNBK juga menjadi kendala yang dihadapi pihaknya saat ini. ‘’Makanya itu masih banyak yang UNKP. Karena kalau dipaksakan kami khawatir juga hasilnya nanti tidak maksimal, tidak sesuai yang diharapkan,’’ paparnya.

UN jenjang SMP dan MTs di Ponorogo diikuti sebanyak 12.926 peserta dengan rincian 8.053 peserta dari SMP Negeri dan Swasta dan sisanya sebanyak 4.873 peserta dari MTs Negeri dan Swasta. Dari total peserta UN sebanyak itu, 9.684 peserta di antaranya mengikuti UNBK (4.811 dari SMP dan 4.873 dari MTs). Sedangkan yang mengikuti UNKP ada sebanyak 3.242 peserta. ‘’Memang masih banyak yang belum UNBK, karena beberapa faktor tadi,’’ dalihnya.

Mengenai target pemerintah provinsi (pemrpov) yang mengharapkan tahun 2019 sudah seratus persen UNBK, Tutut mengaku tidak akan memaksakan sekolah untuk siap. Namun pihaknya tetap akan berusaha agar 53 lembaga (33 SMP Negeri dan 20 SMP Swasta) bisa menggelar UNBK tahun depan. Pihaknya akan berusaha mencarikan cara untuk mengatasi beberapa kendala yang dihadapi beberapa lembaga tersebut. ‘’Nanti akan kami lakukan identifikasi lagi dari sejumlah lembaga itu,’’ janjinya.

Dari hasil identifikasi tersebut, nantinya akan menjadi bahan evaluasi. Jika memang kendala yang dihadapi bisa disolusikan, pihaknya akan mengusahakan agar tahun depan lembaga tersebut bisa menggelar UNBK. Namun, jika memang belum ada solusi pihaknya tidak akan memaksa sekolah yang bersangkutan menggelar UNBK. ‘’Saya kira dengan argumentasi yang kuat, pihak pemprov bisa menyadari kalau memang masih ada lembaga yang belum siap menggelarnya (UNBK),’’ ungkapnya.

Di sisi lain, soal UNKP SMP pada hari Selasa (17/4) lalu sudah tiba di Dispendik setempat. Setelah ini, pihak Dispendik dan juga sekolah akan melakukan pengecekan soal dan pencocokan datanya sebelum dikirim ke masing-masing subrayon. Maksimal hari Sabtu besok (21/4) nanti semua soal sudah terkirim ke masing-masing subrayon. Untuk menjaga kerawanan soal bocor, pihak Dispendik juga berkoordinasi dengan pihak Polres Ponorogo. Terutama untuk penjagaan naskah soal selama di Dispendik Ponorogo. ‘’Setelah dikirim ke subrayon nanti sudah ada petugas yang menjaga sendiri,’’ jelas Sudjoko, Kasi Kurikulum Bidang SMP Dispendik Ponorogo. (Kominfo/fdl)

  News