Breaking News
  • Home
  • News
  • Kades Bringinan Berikan KBS Untuk Warganya

Kades Bringinan Berikan KBS Untuk Warganya

By on April 17, 2018 0 221 Views

Petugas memperlihatkan Kartu Beringinan Sehat (KBS)

Kepala Desa Bringinan, Barno, membuat Kartu Beringinan Sehat (KBS). Karena ia melihat tidak meratanya Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Desa Bringinan, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo.

KBS sendiri ini kerjasama antara pihak desa dengan Puskesmas Jambon. Pantauan ponorogo.go.id di lokasi, ratusan warga desa yang berusia senja berbondong-bondong datang ke Kantor Desa Bringinan untuk berobat menggunakan KBS. Para warga mengantri kemudian satu per satu dipanggil untuk dilakukannya pemeriksaan.

Pemeriksaan meliputi berat badannya kemudian tekanan darah. Tidak sampai disitu, juga ada konsultasi dengan dokter dari Puskesmas Jambon.

Bila warga mengeluhkan asam urat, akan ada cek asam urat gratis. Pun jika mengeluhkan gula darah maupun kolestrol juga akan ada cek lanjutan.

Ratusan warga tersebut jika merasakan sakit akan diberikan obat. Semua gratis menggunakan KBS. Ya, kartu semacam KIS yang dikeluarkan oleh Presiden Jokowi.”Saya terus terang saja. Dari 444 KK, yang dapat KIS hanya 83 KK. Banyak warga yang protes dan tidak mampu mengadu,” kata Barno kepada ponorogo.go.id, Selasa (17/4).

Oleh karena itu, lanjutnya,  pihak desa mengambil keputusan membuat Kartu Bringinan Sehat. Namun, tetap berbeda dengan KIS. “Jika KIS bisa langsung akses ke rumah sakit. Bisa digunakan di rumah sakit. Jika KBS cukup di puskesmas,” ungkap orang nomer satu di Desa Bringinan tersebut.

Untuk anggaran KBS sendiri di ambil dari Dana Desa. “Kartu Bringinan Sehat kami ambilkan dari Dana Desa sebesar Rp 86 juta. Karena sesuai amanat undang-undang bisa diambilkan untuk kesehatan sebesar 10 persen,” ujarnya.

Disamping itu ia juga menjelaskan, KIS sudah mulai diluncurkan tahun lalu. Ada 125 kartu dibagikan tahun lalu. Dan tahun 2018 ini ada 210 kartu dibagikan. “Bagi yang tidak punya KIS kami ikutan Kartu Bringinan Sehat. Tidak ada kaya atau miskin. Di Bringinan semua sama. Kehidupannya rata-rata,” jelasnya.

Sementa itu salah satu warga Desa Bringinan yang mendapat KBS, Mbah Bairon, mengatakan senang bisa berobat. Apalagi umurnya yang tidak lagi muda, kadang batuk menyerang.”Kan saya gak dapat KIS. Jadi kalau mau berobat itu takut bayar. Tapi ini senang dapat Kartu Bringinan Sehat,” pungkasnya. (Kominfo/fdl)

  News