Kado Setengah Abad Pondok Mayak, Juara Liga Santri Nusantara 2017

Kado Setengah Abad Pondok Mayak, Juara Liga Santri Nusantara 2017

Kado Setengah Abad Pondok Mayak, Juara Liga Santri Nusantara 2017

Comments Off on Kado Setengah Abad Pondok Mayak, Juara Liga Santri Nusantara 2017

Ponorogo – Sepak Bola Liga Santri Nusantara 2017 adalah pertandingan Sepak Bola yang menjadi ajang kompetisi para santri dari Pondok Pesantren. Pertandingan semi final maupun final pada tahun ke 2 LSN ini digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api yakni Stadion Kebanggan tempat berlatihnya Persib Bandung.

Final kejuaraan Liga Santri Nusantara di Gelora Bandung Lautan Api,  Ahad, 29 Oktober 2017 pukul 20.00 Wib.  Dalam perebutan kejuaraan ini, terpilih dari para pemenang di masing masing region.

Tim Darul Huda FC, dari Pondok Pesantren Darul Huda Mayak Ponorogo, mewakili region Jatim 1 setelah mengalahkan beberapa pesaingnya, mencapai puncak kemenangan setelah menaklukklan tim dari Propinsi lain, seperti Pondok Pesantren Wali Songo Sragen Jateng.

Di Final Tim Darul Huda FC dari Darul Huda, Mayak akhirnya berhadapan dengan Tim dari Pondok Darul Hikmah Cirebon.

“Bila di Bandung sahabat sahabat kita bertarung untuk mengukir nama baik Pondok pada di usia 50 tahun ini, kami yang di Pondok saat ini berdoa dan memotivasi mereka,” ujar salah satu santri saat nonton bareng pertandingan mereka dari Chanel khusus.

Tak ubahnya seperti para suporter bola di yang di Bandung, para penonton layar lebar dari Santri dan lingkungan Pondok ini melagukan lagu lagu Sholawat dan sesekali juga berteriak menyebut nama pemain.

Bahkan pada menit kesebelas Darul Huda berhasil membobol gawang Darul Hikmah Cirebon, santri yang meyaksikan dari layar lebar di dalam Pondok berteriak kegirangan.

Pertandingan yang di laksanakan 2 babak ini memang cukup menggetarkan bagi para santri Mayak. Terlebih kartu kuning telah di kantongi penain Darul Huda di babak pertama.

Sedangkan pada Babak ke 2 beberapa pemain dari Tim Darul Hikmah di ganti. Hal ini cukup berlawanan dengan Tim Darul Huda yang tidak mengganti pemainnya. Bahkan Striker utama Wiranto mengalami cidera dan beberapa saat harus istirahat termasuk kiper Humaidi harus mengundurkan diri karena cidera.

“Humaidi cidera sejak bermain dengan Tim Wali Songo dan pada pertandingan ini dia sudah siap. Tapi ternyata pada menit menit awal 2 kali dia jatuh dan minta digantikan kiper lain,” terang santri dari Darul Huda.

Serangan balik dari Tim Darul Hikmah Cirebon, terus terusan. Hal ini membuat Tim Darul Huda harus ekstra berjuang. Meski bola hanya lewat samping gawang dan tidak masuk gawang Darul Huda, tapi menegangkan.

“Kalau lengah jebol gawang kita,” pekik salah satu santri.

Yang tak kalah menegangkan pada menit terakhir salah satu pemain Darul Huda FC, mendapat kartu kuning. meski tak lama wasit meniup peluit panjang yang menjadi tanda permainan babak 2 usai. Kedudukan tidak berubah 1-0.

Sehingga juri memutuskan kemenangan juara 1 pada Sepak Bola Liga Santri Nasional di menangkan oleh Darul Huda FC, Mayak Ponorogo.

Para suporter Darul Huda bersholawat tak henti hentinya mendengar tim kebanggaannya berhasil menyabet Juara 1 dan menggondol Trophy Menpora juga beberapa hadiah lain, seperti umroh gratis, dan uang ratusan juta rupiah.

Sementara para santri di dalam Pondok yang menyaksikan pertandingan dari layar lebar bersholawat dan spontan ada yang berjingkrak kegirangan.

Mereka layaknya di stadion. Beberapa poster di angkat, Aniversary Pondokku, Aniversary Darul Huda, Setengah Abad Darul Huda.

Karena kebetulan saat ini Pondok Darul Huda Mayak, berusia lima puluh tahun dan syukur, Tim Darul Huda FC Mayakmerebut Juara Nasional di Sepak Bola Liga Santri. (Kominfo/Jgo)

About the author:

Alamat

themecircle

Tentang Ponorogo

Back to Top