Breaking News

Kakang Senduk Bersaing Ketat di Uji Talenta

By on July 25, 2018 0 464 Views

PERSAINGAN ketat mewarnai uji talenta pada seleksi Kakang Senduk 2018 yang dihelat di selasar Ponorogo City Center, Rabu (25/7/2018). Masing-masing peserta unjuk kemampuan terbaiknya agar lolos ke babak berikutnya.

Sebanyak 120 peserta seleksi tampil bergantian di panggung berukuran 6×4 meter yang ditata di tengah selasar. Ada yang menunjukkan bakat menari, menyanyi, seni peran, baca puisi, memainkan alat musik sampai kepiawaian berpidato dalam bahasa asing.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo Sapto Djatmiko mengatakan, tes talenta ini merupakan rangkaian ujian yang digelar secara berurutan sejak Senin 23 Juli lalu. Yaitu tes administratif dan performance.

“Setelah ini, ada tes tulis dan wawancara. Hasilnya akan ada 10 pasang kakang senduk atau 10 besar pemenang,” ungkap Sapto di sela tes talenta.

Salah Satu Peserta Seleksi Kakang Senduk 2018 saat unjuk talenta di panggung tes talenta di selasar Ponorogo City Center, Rabu (25/7/2018).

Kesepuluh pasang finalis akan dibekali dengan berbagai kemampuan. Mulai dari public speaking, koreografi, penambahan wawasan wisata, potensi daerah dan berbagai isu terkini lainnya.

“Pembekalan ini untuk persiapan berlaga pada 11 Agustus mendatang pada malam Seleksi Kakang Senduk 2018. Akan ada satu pasang saja yang mendapat gelar kakang senduk. Yang lain juga tetap disebut kakang senduk dan juga akan bertugas dalam berbagai kegiatan di Ponorogo ini,” kata Sapto.

Diterangkannya, pemilihan kakang senduk ini berhubungan erat dengan kepentingan Dinas Pariwisata dalam menginformasikan berbagai potensi di Ponorogo, terutama pariwisatanya.

Salah Satu Peserta Seleksi Kakang Senduk 2018 saat unjuk talenta di panggung tes talenta di selasar Ponorogo City Center, Rabu (25/7/2018).

“Bukan hanya cantiknya, bukan hanya gantengnya, tapi juga intelegensi dan inner beauty-nya. Mereka dipilih untuk bertugas menjadi guide, menjadi orang berperan banyak dalam memperkenalkan wisata Ponorogo di dalam maupun luar daerah ini,” jelas Sapto sambil menyebut seluruh finalis akan bergabung dalam Paguyuban Kakang Senduk.

Salah satu peserta, Elida Wulandari, mengaku deg-degan campur bangga bisa terus melaju ke babak uji talenta. Karena itu, ia memilih melakilan totalitas ketika tampil dengan tari Golan dan Mirah di depan para juri. Di antaranya dengan mengenakan kostum lengkap dengan riasan wajahnya.

“Sampai satu bulan persiapan saya. Ini bukan mengejar menjadi senduk sih, saya cuma ingin menampilkan yang terbaik, menjadi yang terbaik,” pungkas perwakilan SMKN 2 Ponorogo ini. (kominfo/dist)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *