Breaking News
  • Home
  • Slider
  • Kakang Senduk Diuji Tentang Kearifan Lokal Sampai Desa Wisata

Kakang Senduk Diuji Tentang Kearifan Lokal Sampai Desa Wisata

By on July 26, 2018 0 351 Views

KEARIFAN lokal, desa wisata dan pariwisata menjadi tiga topik utama yang harus dikuasai dengan baik oleh para finalis Seleksi Kakang Senduk 2018. Hal ini berkaitan dengan rencana Pemkab Ponorogo yang akan menekankan wisata dan pengembangan desa wisata dalam rencana pembangunan di 2019 mendatang.

Plt Kepala Dinas Parisiwsata Kabupaten Ponorogo Sapto Djatmiko di sela Tes Tulis dan Tes Wawancara di Ballroom Ponorogo City Center, mengatakan, penguasaan atas ketiga topik menjadi penting karena para kakang senduk yang bertugas di 2018-2019 akan menjadi corong bagi Pemkab Ponorogo untuk menyampaikan potensi pariwisata kepada masyarakat.

Para peserta Seleksi Kakang Senduk Ponorogo 2018 saat melakukan tes wawancara di Ballroom PCC, Kamis (26/7/2018).

“Rangkaian seleksi dari awal pekan ini (seleksi administrasi, performance, uji talenta, tes tulis sampai wawancara) adalah untuk mendapatkan pemuda-pemudi yang cakap, cerdas dan memiliki wawasan luas terutama sebab mereka akan menjadi public relations bagi kehidupan pariwisata kita,” ungkap Sapto.

Dikatakannya, saat tes tulis dan wawancara ketiga topik menjadi bahan pertanyaan dan setelah ditemukan finalis syang sebanyak 10 pasang, maka ketiga topik ini pun akan menjadi tema dalam pelatihan dan pembekalan. Para finalis akan diadu bakat, kemampuan dan wawasannya pada 11 Agustus mendatang. Dan hanya satu pasang Kakang dan Senduk Ponorogo 2018 yang akan ditetapkan sebagai pemenang. Namun, para finalis yang lain juga berhak disebut kakang senduk dan bergabung dalam paguyuban kakang senduk dan juga akan bertugas sebagai duta wisata Ponorogo.

Para peserta Seleksi Kakang Senduk Ponorogo 2018 saat melakukan tes wawancara di Ballroom PCC, Kamis (26/7/2018).

Pada tes wawancara, sekitar 120 peserta seleksi harus menghadapi tia orang juri. Mereka adalah juri untuk bidang akademik yang mengukur daya intelegensi para peserta. Kemudian juri bidang psikologi yang menguji kepribadian dan kejiwaan peserta. Sedangkan juri ketiga menguji wawasan kepariwisataan dan desa wisata. Para juri berasal dari perguruan tinggi dan dari Dinas Pariwisata Ponorogo.

Setiap peserta harus melewati ketiga juri. Beberapa tampak begitu bersemangat namun ada pula yang terlihat grogi saat berhadapan dengan juri. Namun sebagian besar mengaku mengerahkan segala kemampuannya untuk lolos dari ujian ini. (kominfo/dist)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *