Breaking News
  • Home
  • News
  • Kampanye Pilkades Serentak, Calon Diharap Tidak Provokatif

Kampanye Pilkades Serentak, Calon Diharap Tidak Provokatif

By on July 24, 2018 0 625 Views

KERUKUNAN antarwarga di desa-desa yang melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di Ponorogo 31 Juli mendatang diharapkan menjadi prioritas para calon kepala desa (cakades) saat melakukan kampanye pada 25, 26 dan 27 Juli 2018 ini.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Ponorogo Suprianto kepada ponorogo.go.id, di kantornya, Selasa (24/7/2018) menyatakan, pada tiga hari tersebut, terdapat 131 cakades dari 60 desa yang akan menyampaikan visi dan misinya sebagai pimpinan wilayah. Tahapan ini menjadi penting karena merupakan media untuk lebih dekat dengan warga sebagai pemilih dan warga akan bisa menentukan pemimpin yang harus dipilihnya.

“Dalam kampanye nanti kita berharap semua berjalan lancar. Cakades diharapkan bisa produktif dalam menyampaikan visi dan misinya. Artinya, tidak provokatif sehingga kerukunan, kebersamaan dan persatuan warga desa yang sudah terjalin selama ini tetap terjalin. Suasana tetap kondusif sampai hari pencoblosan,” ungkap Suprianto.

“Setelah pilkades, semua kembali seperti semula. Semua harus menyadari bahwa pilkades ini adalah pesta demokrasi sebagai sarana memilih pemimpin wilayahnya masing-masing. Setelah itu, ya sudah, semua kembali seperti biasa lagi, gotong royong lagi, rukun sentosa lagi,” imbuh Suprianto.

Sedangkan untuk alat peraga, seluruhnya sudah diatur dalam Peraturan Bupati dan telah disosialisasikan ke pemerintah desa penyelenggara pilkades. Ketentuan tersebut menjadi acuan bagi panitia pemilihan di masing-masing desa. Bahan alat peraga seluruhnya diproduksi oleh panitia setempat.

Sementara itu, Kabag Operasional Polres Ponorogo AKP Basuki Nugroho menyatakan, pihak keamanan telah siap untuk melakukan pengamanan pesta demokrasi tingkat desa ini. Pemilu di tingkat terbawah ini tidak dipandang sebelah mata dan tetap mendapat perhatian khusus dari kepolisian.

“Untuk masa kampanye yang dimulai Rabu (25/7/2018), pengamanannya dilakukan di tingkat kepolisian sektor atau polsek. Sudah ada sprin (Surat Perintah) untuk masing-masing polsek dalam pengamanan kampanye. Pada hari tenang pengamanan meningkat dengan dilakukan di seluruh polres dan nantinya meningkat dengan tambahan pasukan dari Brimob dan TNI,” ujarnya.

Polres Ponorogo memastikan Pemilihan Umum Kepala Desa (Pilkades Serentak) di Kabupaten yang akan digelar 60 desa di 18 kecamatan akan berjalan aman. Sebanyak 903 personel Polri dan TNI plus 1.500 anggota satuan Linmas akan dikerahkan untuk mengamankan pesta demokrasi tingkat desa ini. Coblosan akan dilaksanakan pada Selasa (31/7/2018).

Rinciannya, anggota Polres Ponorogo yang disiapkan adalah 803 personel yang akan bertugas dari TPS hingga mengawal calon kepala desa (cakades). Satu kompi atau sekitar 100 anggota Satbrimob Den-C akan di-BKO-kan (Bawah Kendali Operasi, diperbantukan) untuk pengamanan ini. Ada pula dua satuan setingkat regu atau sekitar 40 orang tim anti anarkis akan diterjunkan untuk mengantispasi hal-hal yang butuh reaksi sangat cepat. Pasukan pengamanan yang lain adalah 150 anggota TNI dari Kondim 0802-Ponorogo, lima orang dari Denpom Ponorogo dan puluhan anggota Satpol PP serta 1.500 anggota linmas. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *