Breaking News
  • Home
  • News
  • Kelonjakan Harga 3 Komoditi Ini Juga Terjadi Kabupaten Lain

Kelonjakan Harga 3 Komoditi Ini Juga Terjadi Kabupaten Lain

By on July 9, 2018 0 168 Views

Paska Lebaran idul fitri 1439 H, 3 harga komoditi harga pangan malah melejit naik. 3 komoditi bahan pangan tersebut telur ayam, ayam potong maupun petelur, dan cabai di Pasar Legi Songgolangit Ponorogo terus meroket.

Pantuan ponorogo.go.id di Pasar Legi Songgolangit, harga telur ayam terus merangkak naik. Bahkan mencapai di angka Rp 27.000 per kg nya.

Ungkap Ali salah satu pedagang telur di Pasar Legi Songgolangit mengungkapkan, kenaikkan harga telur ini berlangung selama sepekan ini, “Kemarin lebaran cuma Rp 23.000. sekarang sampai Rp 27.000. Padahal biasanya menurun. Ini malah naik,” ungkapnya, Senin, (9/7)

Ia mengaku dengan adanya kenaikkan harga tersebut untuk pembelian telur menurun, “biasanya 1 kilogram, sekarang cuman setengah kilo tau ada kenaikkan,” terangnya

Salah satu pedagang Daging Ayam di Pasar legi Songgolangit

Salah satu pedagang telur di Pasar legi Songgolangit

 

Sementara itu Sri Wahyuni Penjual ayam saat di temui di lapaknya mengungkapkan, untuk kenaikkan harga ayam itu, lantaran kenaikkan harga itu sudah ada dari pemasok, “jualnya yang biasanya Rp. 36.000 sampai Rp. 38.000, kini mencapai Rp. 40.000 perkilonya, kalau satu potong bisa Rp. 80.000,” Jelasnya.

Sisi lain keluhan terkait kenaikkan harga tersebut juga di keluhkan Suprihatin Penjual cabai, dirinya mengaku untuk harga cabai rawit hari ini mencapai Rp. 52.000 per Kg. “Harga cabai sebelumnya Rp. 45.000, saat ini Rp. 52.000 dari sananya,” terangnya.

Kenaikkan 3 komoditi bahan pangan tersebut langsung dapat tanggapan dari Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (PERDAKUM).

Toto Basuki, kabid Perdagangan Perdakum

Toto Basuki, Kepala Bidang Perdagangan Perdakum Ponorogo, mengungkapkan ada 3 komoditi bahan pangan yang kondisinya belum stabil sampai saat ini, seperti Telur ayam, Daging Ayam, sama Cabai. “3 komoditi bahan pangan itu mengalami kenaikkan harga setelah tanggal 2 Juli kemarin,” ungkapnya.

Ia menerangkan kelonjakan tersebut terjadi karena pengaruh cuaca, dan banyak orang yang punya hajat. “Kalau cuaca seperti ini untuk ayam petelur produktifitas telurnya menurun, disamping itu juga untuk telur dan cabai kenaikkannya karena banyaknya orang yang punya hajat,” terangnya.

Untuk kelonjakan ini kemungkinan harga terus berkembang kau melihat cuaca seperti ini. Untuk kelonjakan harga tersebut terjadi bukan di Kabupaten Ponorogo saja, melainkan juga di Kabupaten lainnya di Jawa Timur.

Toto juga menghimbau kepada para pelaku usaha dengan faktor musim tidak bisa di prediksi seperti sekarang ini, jika produksinya bisa ditambah, kami menyarankan untuk ditambah lagi.” Kami berharap agar harga kembali normal, karena berpengaruh dimasyarakat,” pungkasnya (kominfo/fdl)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *