Breaking News
  • Home
  • News
  • Beberapa Wilayah Dilanda Kekeringan, Bupati Minta Suplai Air Bersih Terus Digelontorkan

Beberapa Wilayah Dilanda Kekeringan, Bupati Minta Suplai Air Bersih Terus Digelontorkan

By on July 18, 2018 0 150 Views

Kemarau telah tiba, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau masih akan berlangsung cukup lama. Diprediksi setidaknya kemarau sampai akhir Agustus atau awal September. Cadangan air bersih makin menipis di desa-desa yang dilanda kekeringan, Pemkab Ponorogo juga telah mengajukan status siaga darurat kekeringan.

Melihat kondisi seperti ini, sebagian wilayah Ponorogo bakal mengalami kekeringan kritis. Untuk jangka pendek, Bupati Ipong Muchlissoni meminta suplai air bersih terus digelontorkan ke wilayah yang dilanda kekeringan. Untuk jangka panjang, pemerintah akan mengandalkan embung, waduk dan penanaman pohon. ‘’Tapi, itu tidak bisa sebentar. Karena (proses) bangunnya juga lama,’’ ungkapnya.

Salah satu warga Desa Tulung Kecamatan Sampung, Anjar Lebiantoro mengatakan, di beberapa desa debit sumber air kian mengecil. Sumber-sumber itu tidak akan bertahan lama. Salah satu desa yang minim cadangan air adalah Desa Tulung, Kecamatan Sampung. ‘’Mungkin tidak bertahan sampai sebulan,’’ kata Anjar, Rabu, (18/7)

Untuk sekarang ini warga setempat hanya mengandalkan air sungai untuk keperluan mandi, cuci, kakus (MCK). Sedangkan, untuk kebutuhan sehari-hari seperti minum terpaksa mereka berharap pada droping air bersih dari BPBD. Kalau persediaan air bersih habis, tak jarang mereka terpaksa membeli air minum dalam kemasan atau galon. ‘’Untuk minum, beli air galon,’’ tutur Anjar.

Beberapa sumber air di desanya terus menyusut. Bahkan, di sejumlah titik sudah tidak muncul mata airnya. Kalau pun harus membuat sumur butuh biaya besar. ‘’Sekarang airnya juga sudah mulai keruh,’’ tambahnya

Hal tersebut juga terjadi di Dusun Gunting, Desa Suren, Mlarak. Di desa tersebut, sebagian besar sumber mata air sudah kering. Warga sekitar hanya mengandalkan air sungai yang debitnya juga makin mengecil. ‘’Satu-satunya berharap pada air sungai untuk MCK. Memang setiap tahun di tempat kami ketika musim kemarau selalu kesulitan air bersih,’’ ujar Suwanto, salah satu warga. (Kominfo/fdl)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *