Breaking News
  • Home
  • News
  • Kepenuhan, Pasar Kambing Jetis Direlokasi

Kepenuhan, Pasar Kambing Jetis Direlokasi

By on May 7, 2018 0 92 Views

KAMBING yang semakin diminati membuat Pasar Hewan di Kecamatan Jetis atau pasar pahing overload alias kepenuhan. Pemerintah pun akhirnya merelokasi bursa ternak yang ‘beroperasi’ tiap pahing ini ke ujung selatan Pasar Wage yang berada di selatan perempatan Jetis, berdampingan dengan pasar ayam dan pasar burung.

Camat Jetis Heru Budi mengatakan, relokasi atau pemindahan tersebut adalah solusi atas sejumlah persoalan yang mengemuka akibat banyaknya kambing yang diperjualbelikan setiap hari pasaran. Pasar pahing yang berada di utara perempatan Jetis selalu meluber dan ternaknya pun harus dijajarkan di luar pasar. Ada pula ternak, sapi maupun kambing, yang diikat begitu saja di pepohonan tepi jalan raya. Akibatnya, bila pahing tiba, kotoran dan baunya memenuhi sekitar lokasi.

Pemkab Ponorogo merelokasi bursa ternak yang ‘beroperasi’ tiap pahing ini ke ujung selatan Pasar Wage yang berada di selatan perempatan Jetis, berdampingan dengan pasar ayam dan pasar burung.

“Akhirnya dicarikan solusi yaitu memindah ke Pasar Wage, bagian selatan. Itu khusus kambing. Untuk ternak jenis sapi tetap di Pasar Hewan utara perempatan,” terangnya usai Rapat Koordinasi dan Sinkronikasi Penataan Pedagang Pasar Hewan Jetis di Pendopo Kecamatan Jetis, Senin (7/5/2018) siang.

“Warga mengeluh lalu lintas yang macet, parkir yang sudah tidak muat lagi dan ada bau yang tidak sedap. Intinya pasar sudah tidak layak lagi,” ucapnya sambil menyebut pedagang kambing, para pemilik los Pasar Wage dan pemilik warung sudah sepakat dengan relokasi tersebut.

Harapannya, lanjut Heru, pasar dapat ditata dengan baik dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat, baik yang berdagang ternak, pengguna jalan maupun lingkungan sekitar pasar. “Kami memperkirakan sebelum lebaran nanti penataan sudah tuntas,” kata Heru.

Kabid Penataan Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Ponorogo Fitri Nurcahyo mengatakan, memang Pasar Hewan Jetis memang sudah terlalu penuh dan sering meluber sampai ke jalanan. Di sisi lain, masih ada lahan kosong milik pasar di Pasar Wage bagian selatan. Pemerintah pun mencoba memindahkan sebagian pasar hewan terbesar di Ponorogo, bahkan di eks-Karesidenan Madiun, itu ke sebelah selatan perempatan.

“Kita sudah tidak bisa memaksakan ternak tetap jadi satu, sapi dan kambing. Karena itu yang ternak kambing kita pindah. Dan ternyata warga juga sepakat. Mulai Sabtu, 12 Mei nanti akan kita jalankan pemindahan itu. Harapannya, kepadatan lalu lintas tidak terjadi, kambing dagangan tidak meluber ke jalan dan parkir juga lebih tertata,” ungkapnya. (kominfo/dist)

 

  News