Breaking News
  • Home
  • News
  • Kondisi Palu Membaik, SAR Tangguh Ponorogo Pulang

Kondisi Palu Membaik, SAR Tangguh Ponorogo Pulang

By on October 19, 2018 0 186 Views

RELAWAN rescue dari bumi reyog, SAR Tangguh Ponorogo yang bertugas di Palu, Sulteng, memutuskan untuk pulang sejenak ke kampung halamannya hari ini, Jumat (19/10/2018). Ini untuk memenuhi waktu dua pekan target waktu mereka. Tapi mereka akan segera kembali ke Palu.

Anggota SAR Tangguh, Basir, mengatakan, setelah evakuasi dan pencarian dihentikan, para relawan dari berbagai organisasi kemanusiaan dikerahkan untuk pemulihan wilayah, penanganan pengungsi hingga dropping bantuan dan logistik untuk para korban bencana. Mereka bergabung dengan Komunitas Gerak bareng untuk meneruskan kegiatan kemanusiaannya.

Anggota SAR Tangguh Ponorogo saat trauma healing di salahs atu camp pengungsian.

“Jadi kami memutuskan pulang dulu. Selain memenuhi waktu kami dua minggu, kami juga akan mencari bahan untuk huntara (hunian sementara) di Surabaya. Setelah itu tentu akan ada pendirian huntara itu dan butuh tenaga. Mungkin kami berangkat lagi,” ungkap Basir melalui sambungan telepon, Jumat (19/10/2018).

Dari empat orang anggota SAR Tangguh Ponorogo, masih ada satu orang yang tidak ikut pulang. Dia adalah Agus, anggota SAR Tangguh yang kebagian tugas di bidang pemulihan sarana listrik dan air. Sedangkan Suwito alias Cenil, Hari alias Basir dan Aditya alias Jarwo akan pulang dan kemungkinan malam ini sampai di Surabaya untuk lanjut ke Ponorogo.

Anggota tim SAR Tangguh saat membantu dropping bantuan kepada para korban bencana di Palu dan Donggala.

“Di Kampung Jawa listrik baru menyala kemarin dan yang paling dibutuhkan air. Maka untuk tim di mana Mas Agus ada di dalamnya yang dilakukan adalah pengkondisian sumur dalam karena air sangat dibutuhkan. Maka keahliannya diperlukan sehingga ya dia di sini dulu,” ujar Basir.

Ketersediaan listrik dan air ini akan membuat pengungsi bisa segera kembali ke permukiman dan tidak berada di gunung-gunung seperti saat ini. Karena itu, huntara juga sangat dibutuhkan untuk segera didirikan.

“Sementara yang adalah pendirian tenda-tenda untuk pengungsi di sekitar permukimannya dulu,” ungkap Basir. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *