Breaking News
  • Home
  • News
  • Lantik 58 Kades, Bupati : Ini Awal Perjuangan, Tugas Sudah Menunggu

Lantik 58 Kades, Bupati : Ini Awal Perjuangan, Tugas Sudah Menunggu

By on September 13, 2018 0 471 Views

PELANTIKAN para kepala desa hasil Pilkades Serentak pada 31 Juli 2018 lalu merupakan titik awal perjuangan para pimpinan desa yang terpilih dalam pesta demokrasi tertua di Indonesia. Sejumlah tugas telah menanti dan harus benar-benar menjadi perhatian para kepala desa pada enam tahun ke depan di masa jabatannya.

Hal ini dipesankan Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni pada Kamis (13/9/2018) di Pendopo Kabupaten Ponorogo, usai mengambil sumpah dan melantik 58 kades di Ponorogo. “Pemimpin sesungguhnya di negeri ini adalah para kepala desa. Bukan bupati, bukan gubernur. Sebab kepala desalah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ujarnya di depan para kades baru tersebut.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni saat mengambil sumpah dan melantik 58 kepala desa hasil Pilkades Serentak 2018 Agustus lalu di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Kamis (13/9/2018).

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni saat menyaksikan penandatanganan berita acara pelantikan 58 kepala desa hasil Pilkades Serentak 2018 Agustus lalu di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Kamis (13/9/2018).

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni bersama istri Ibu Yuni Ipong Muchlissoni berfoto bersama para kades hasil Pilkades Serentak 2018 yang baru saja dilantik di depan Pringgitan atau RUmah Jabatan Bupati usai pelantikan di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Kamis (13/9/2018).

Sebagai pemimpin yang dipilih langsung oleh masyarakat, maka keberadaan para kades sangat ditunggu oleh warganya. Para kades merupakan sosok yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa.

“Jadi saya pesankan, pelantikan bukan akhir perjalanan, tapi adalah awal perjuangan. Anda semua sudah ditunggu oleh tugas-tugas yang harus segera dilaksanakan dengan baik,” ungkapnya.

Dikatakan Bupati Ipong, tugas pertama yang harus diselesaikan dalam waktu dekat adalah menyelesaikan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa atau P-APBDes. Setelah itu, para kades wajin menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes).

“Harus segera ditentukan apa prioritas di tahun pertama, apa ditahun kedua dan seterusnya sampai di tahun keenam kepemimpinan,” kata Bupati Ipong.

“Dan agenda yang juga menanti dan butuh perhatian adalah penyusunan APBDes 2019,” imbuh Bupati.

Kemajuan teknologi dan perkembangan zaman, ungkap Bupati, merupakan kondisi yang harus membuat para kades berjuang lebih keras dan berkonsentrasi tinggi untuk memimpin desa. Sebab, saat ini di era yang serba terbuka, setiap orang bisa memantau setiap langkah dan kegiatan para kades.

“Sedikit saja ada masalah atau melakukan kesalahan, masyarakat tidak sega untuk segara lapor. Tidak hanya ke bupati atau gubernur, tapi kepada khalayak (melalui media sosial),” ujar Bupati Ipong.

Pelantikan kades kali ini diikuti oleh 58 kades dari hampir seluruh kecamatan di Ponorogo. Sebanyak 56 kades adalah hasil pilkades serentak dan dua orang lainnya adalah kades Pergantian Antar Waktu (PAW) yaitu untuk Desa Kemuning dan Desa Desa Wilangan, Kecamatan Sambit.

Sedangkan dari 60 desa yang melaksanakan coblosan berbarengan pada akhir Agustus lalu, ada empat desa yang kades terpilihnya belum dilantik sebab masih menunggu masa jabatan kades definitif berakhir beberapa waktu lagi. Mereka adalah kades terpilih untuk Desa Pomahan, Bedrug dan Serag di Kecamatan Pulung serta Desa Sumberejo di Kecamatan Pulung. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *