Breaking News
  • Home
  • Umum
  • LCCK Untuk Informasi Yang Pas Bagi Masyarakat

LCCK Untuk Informasi Yang Pas Bagi Masyarakat

By on August 20, 2018 0 359 Views

*INFORMASI* di  era digital semakin memenuhi ruang dengar, baca dan tonton masyarakat. Namun tak selalu kabar yang hadir berjejal benar-benar merupakan kebutuhan masyarakat. KIM alias Kelompok Informasi Masyarakat adalah solusinya.

Hal ini terungkap saat Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur menggelar Lomba Cerdik Cermat Komunikatif (LCCK) babak penyisihan tingkat provinsi putaran terakhir di halaman Mangrove Information Center, Wonorejo, Surabaya, Senin (20/8/2018).

Sekretaris Diskominfo Jatim, Ayu Mustika Dewi, mewakili Kepala Diskominfo, saat membuka acara menyatakan, era digital semakin tidak terbendung. Teknologi terkini ini sudah menjadi gaya hidup semua orang dari semua lapiran umur.

“Namun hal ini membawa dampak positif dan tidak sedikit pula dampak negatif. Maka perlu upaya agar dampak kemajuan teknologi ini tidak mengakibatkan dampak buruk. KIM adalah salah satu lembaga yang bisa diandalkan untuk itu. Agen informasi yang pas untuk masyarakat dan memberikan nilai tambah dari segi ekonomi,” ungkap Ayu Mustika Dewi.

KIM yang merupakan lembaga komunikasi sosial yang diselenggarakan oleh, dari dan untuk masyarakat. Karena itu, KIM yang memiliki kompetensi dan kognisi yang baik merupakan kebutuhan untuk menangkal dampak negatif era digital ini.

“Untuk itulah, dilakukan pembinaan KIM. Salah satunya melalui LCCK (Lomba Cerdik Cermat Komunikatif). Dengan ajang ini, KIM akan semakin meningkat kompetensi (kemampuan) dan kognisi (pengetahuan) sehingga bisa melakukan diseminasi (penyebaran) informasi yang positif, inspiratif dan tepat untuk masyarakat. Ini karena berasal dari masyarakat, maka KIM-lah yang tahu informasi yang pas untuk masyarakat,” kata Ayu.

Ketua Panitia LCCK 2018 Kabid Komunikasi Publik Diskominfo Jatim Ambar Sulistyorini

Ketua Panitia LCCK 2018, yang juga Kabid Komunikasi Publik Diskominfo Jatim Ambar Sulistyorini mengatakan, LCCK yang diselenggarakan kali ini berbeda dengan LCCK tahun-tahun sebelumnya. Kali ini pendaftaran dimulai dengan pendaftaran secara online dan dilanjut verifikasi administrasi.

“Hasilnya, untuk tingkat provinsi ada 16 peserta yang masuk untuk LCCK kali ini. Mereka dibagi dalam empat grup. Dan yang terkhir adalah dari grup D, yang berasal dari Ponorogo, Kota Madiun, Kabupaten Blitar dan Kota Batu,” ujar Ambar.

Pembinaan KIM melalui kompetisi menjadi penting karena lebih efektif mengingat KIM di Jawa Timur adalah yang paling banyak dibanding provinsi-provinsi lain di Indonesia. Sehingga diperlukan pembinaan berjenjang dengan cara LCCK. Dengan kompetisi pula, diseminasi informasi terkait program pemerintah dalam pembangunan di daerah masing-masing.

“Dengan begitu ada penekanan target dan evaluasi yang konsisten,” tegas Ambar.

Babak presentasi dari salah satu peserta LCCK 2018

Untuk penyisihan LCCK 2018, terdapat empat babak yang harus dilalui oleh masing-masing peserta. Yaitu presentasi media online, presentasi literasi, cerdik cermat dan komunikasi langsung dalam bentuk fragmen bertema “Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat”.(Kominfo/fdl/dist)

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *