Breaking News
  • Home
  • News
  • Lestarikan Grebeg Suro Untuk Kemajuan Ekonomi Ponorogo

Lestarikan Grebeg Suro Untuk Kemajuan Ekonomi Ponorogo

By on September 11, 2018 0 337 Views

PERHELATAN Grebeg Suro yang kegiatan menyambut hadirnya tahun baru Islam 1 Muharram atau 1 Sura dalam penanggalan Jawa akan terus dilestarikan oleh Pemkab Ponorogo. Berbagai macam kegiatan yang dilaksanakan diharapkan menjadi magnet pariwisata dan mendorong perekonomian daerah.

“Di daerah yang tradisinya kuat, pariwisatanya juga kuat. Hal ini akan berimbas pada kemajuan ekonomi masyarakatnya. Maka Grebeg Suro kita lestarikan karena tradisinya kental dan bisa menjadi daya tarik pariwisata,” ungkap Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni usai melaksanakan Larung Risalah Doa di Telaga Ngebel, Ponorogo, Selasa (11/9/2018).

Parade Budaya

 

Pada Grebeg Suro 2018 terdapat 33 kegiatan yang digelar oleh Pemkab Ponorogo bersama masyarakat dan sejumlah organisasi. Mulai dari semaan Alquran, Pemilihan Gendhuk Thole Ponorogo, Pameran Pusaka, Pameran Batu Mulia, Pameran UMKM, Gowes Sepeda MTB, Liga Paralayang, Parade Budaya hingga pentas musik dan wayang kulit di sejumlah titik di Ponorogo.

Ada pula kegiatan yang selalu ditunggu oleh warga Ponorogo dan jadi daya tarik kesenian, yaitu Festival Nasional Reyog Ponorogo yang didahului oleh Festival Reyog Mini. Sedangkan pada 1 Muharram atau 1 Sura, terdapat tradisi Larungan Risalah Doa yang dulu dikenal sebagai larung sesaji di Telaga Ngebel.

Pembukaan Grebeg Suro 2018

Bupati Ipong menyatakan, pada Grebeg Suro 2018 menyambut 1 Muharram 1440 Hijriah yang dibarengkan dengan Peringatan Hari Jadi Kabupaten Ponorogo ke-522. Selain alasan efisiensi, secara nyata terlihat ada multiplier effect atau efek berlipat untuk ekonomi masyarakat. Bupati Ipong yakin ada perputaran uang yang cukup tinggi selama Grebeg Suro kali ini.

“Saya dapat laporan bahwa yang namanya warung makan dan penginapan di Ponorogo dan Ngebel semuanya penuh. Usaha yang lain saya yakin juga laku, yang jualan kaos, suvenir, atau jasa yang lain juga meningkat. Ratusan tamu yang datang dari mancanegara, ribuan warga yang datang ke Ponorogo tentu membelanjakan uangnya di sini,” ucapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Ponorogo Lilik Slamet Raharjo mengatakan, dorongan ekonomi memang sangat terasa selama 11 hari pelaksanaan Grebeg Suro 2018 pada 1-11 September ini. Bahkan ia menyebut, pada hari ketiga pelaksanaan Grebeg Suro target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sudah terlampaui. Itu baru dari penjualan tiket festival reyog di panggung utama Alun-Alun Ponorogo sudah terampaui.

Liga paralayang sebagai rangkaian Grebeg Suro 2018

“Itu baru pendapatan ke Pemkab, ke kasda. Kalau untuk para pedagang di sekitar Alun-Alun, pertokoan, usaha kuliner, sewa motor dan mobil, parkir dan sebagainya pasti lebih ramai,” ujarnya.

Lilik mengaku belum bisa menyebut jumlah warga Ponorogo maupun luar Ponorogo yang meramaikan Grebeg Suro kali ini. “Tapi lihat saja waktu Kirab Pusaka kemarin (Senin, 10/9/2018), sepanjang jalan yang dilalui manusia begitu banyaknya berdiri di tepinya. Di kiri dan kanan tidak ada celah. Jelas itu ada puluhan ribu atau ratusan ribu orang,” pungkasnya. (kominfo)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *