Maguwan Lestarikan Tradisi Bersih Desa

Maguwan Lestarikan Tradisi Bersih Desa

Comments Off on Maguwan Lestarikan Tradisi Bersih Desa

Sambit – Peringatan Hari Kemerdekaan RI bulan Agustus tahun ini, kebetulan bersamaan dengan tradisi bersih Desa atau Selan (bersih desa jatuh pada bulan jawa Sela). Sehingga banyak rangkaian acara Agustusan di barengkan dengan Bersih Desa.

Seperti, di Maguwan, salah satu Desa yang ada di Kecamatan Sambit. Rangkaian acara Bersih Desa juga disinergikan dengan kegiatan Agustusan, Sabtu (19/08).
“Sehingga acara semarak dan meriah,” ujar salah satu pengunjung yang hadir pada acara kesenian gajah gajahan dan reyog.
Bersih Desa, yang intinya adalah wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, tersebut sengaja di rangkai dengan berbagai macam bentuk kesenian. “Sebab, dengan demikian kita bisa memberi wadah kreasi bagi para seniman,” ujar Endang, Kepala Desa Maguwan.
Selain itu, Endang  menjelaskan, bahwa rasa syukur kepada Tuhan, bagi para seniman adalah menyumbangkan karya kepada Desanya. Dengan demikian, Bersih Desa yang  terlaksana adalah, sebuah kegiatan tradisi desa, yang menjadi milik masyarakat.
“Masyarakat Desa gitong royong dalam melaksanakan kegiatan ini,” terang Endang.
Masyarakat Maguwan, dengan adanya kegiatan bersih Desa, berharap agar terhindar dari semua balak dan bencana, serta ayem tentrem dilindungi oleh Tuhan Maha Pengampun.
Selain pentas seni gajah gajahan dan reyog, pada acara Bersih Desa di Maguwan (Jum’at Kliwon, 18 Agustus 2017), juga di adakan Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk. “Acara wayang kulit ini menjadi ajang bagi masyarakat untuk teman tirakat melek,” terang Endang.
Dalam acara Wayang Kulit dengan Dalang Sunardi dari Pacitan menggelar lakon, Wahyu Payung Agung. (Kominfo/jgo)

About the author:

Alamat

themecircle

Tentang Ponorogo

Back to Top