Breaking News
  • Home
  • News
  • Masuk Musim Hujan, Waspadalah Angin Kencang, Banjir dan Longsor

Masuk Musim Hujan, Waspadalah Angin Kencang, Banjir dan Longsor

By on November 8, 2018 0 62 Views

MEMASUKI musim penghujan, sejumlah kondisi perlu diwaspadai. Terutama adanya angina kencang, banjir dan longsor. Sebab, pada pergantian musim dan awal penghujan, kecepatan angin cukup tinggi dan intensitas hujan tinggi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo mengingatkan warga untuk waspada dengan adanya angin kencang pada pergantian musim menuju penghujan kali ini. Sesuai Surat Edaran BMKG (Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika), mulai November akan ada intensitas hujan.

Rumpun bambu roboh akibat hujan pertama di Desa Kemiri, Jenangan, pada Selasa (6/11/2018) lalu.

Kejadian pohon roboh akibat angin kencang di Desa Broto pada Selasa (6/11/2018) lalu.

“Mengawali hujan ini akan ada pergerakan angin yang cukup kencang dari arah selatan ke utara. Sampai pertengahan November ini harus diwaspadai,” ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Setyo Budiono, Kamis (8/11/2018).

Setyo Budiono mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kondisi sekitar rumah atau tempat masyarakat berada. Mulai dari kayu lapuk di rumah, pohon-pohon besar, sampai pada reklame dan tembok yang mungkin sudah tua. Hal ini untuk menjaga kemungkinan adanya roboh dan menimpa warga.

“Bersamaan dengan di Jenangan (rumpun bambu roboh, Selasa 6/11/2018, pagi), di Desa Broto (Kecamatan Slahung) juga ada pohon roboh. Ada pohon mangga tumbang di depan balai desa situ. Dua sepeda motor jadi korban, tapi tidak ada korban jiwa. Itu akibat angin kencang,” ujar Setyo Budiono.

Budi menyatakan, dari BPBD sendiri telah dilaksanakan sejumlah langkah untuk mengantisipasi kondisi ini. Antara lain persiapan sarana dan prasarana penanggulangan bencana. Mulai dari peralatan evakuasi, tenda sampai ransum makanan untuk para pengungsi. Para personel BPBD juga telah disiapkan untuk meluncur setiap saat bila ada panggilan darurat.

“Yang tidak kalah penting kami melakukan sosialisasi antisipasi bencana di daerah-daertah tersebut untuk menekan adanya korban jiwa. Baik ke perangkat desa, warga maupun kepada pihak-pihak relawan bencana,” pungkas Budi.

Ada sejumlah kecamatan yang perlu mendapat perhatian lebih dari warganya. Di antaranya adalah Slahung, Babadan, Balong, Mlarak, Sambit dan Sawoo. Hal ini karena kontur tanah di wilayah-wilayah tersebut campuran antara datar dan berbukit-bukit. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *