Breaking News
  • Home
  • News
  • Meski Terbentur Angaran Disdukcapil Tetap Layani KIA

Meski Terbentur Angaran Disdukcapil Tetap Layani KIA

By on August 31, 2018 0 218 Views

Dinas Kependudukan dan Catatan sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ponorogo menindaklanjuti Kemendagri No. 2 tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak (KIA). Sedangkan untuk Ponorogo sendiri baru diterapkannya KIA awal tahun 2018 ini. Pasalnya saat keluar Kemendagri tersebut pencapaian presentase akte kelahiran harus sama dengan presentase Nasional. Dan saat itu Ponorogo belum mencapainya, dan masih dibawah rata-rata.

Bambang Murjianto, Kabid P3 Disdukcapil Ponorogo

Bambang Murjianto, Kabid P3 Dinas Kependudukan dan Catatan sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ponorogo mengungkapkan, pada awal tahun 2018 ini Ponorogo masuk dalam 50 Kabupaten/Kota uji coba KIA karena presentase akte kelahiran diatas rata-rata presentase Nasional. “Awal tahun ini kita masuk dalam 50 Kabupaten/Kota yang melaksanakan uji coba KIA, karena presentase Ponorogo sudah diatas presentase Nasional, presentasi Nasional waktu itu 70 persen dan Ponorogo sudah 80 Persen,” ungkapnya, Jum’at (31/8).

Bambang juga menambahkan untuk penerpan KIA sendiri sekelas Kota Ponorogo itu nilai atau manfaatnya belum begitu nampak terkecuali kota-kota besar seperti Jakarta mungkin Surabaya karena kemampuan daerahnya cukup besar dan bisa menjalin kerjasama dengan pihak toko alat sekolah semacam diskon. “Jadi secara kependudukan untuk Ponorogo masih kuat akte karena lahir sudah masuk KK,” imbunya.

Petugas saat memperlihatkan masyarakat yang sudah melakukan perekaman KIA

Di Ponorogo sendiri belum ada syarat untuk masuk/daftar sekolah menggunakan KIA, tapi pihaknya sudah memprioritaskan untuk penerbitan KIA untuk TK, SD, SMP. Pasalnya itu untuk jaga-jaga barangkali ada peraturan dari Kemendikbud untuk daftar sekolah harus pakek KIA. “Kita sudah siap mas, tapi sifatnya belum menyeluruh, kita sosialisasi aja baru beberapa tempat,” jelasnya.

Untuk dropping dari pusat ada 30.000 keping KIA, laporan dari pertugas sampai hari ini belum sampai 1000 KIA yang kita keluarkan. Pada waktu sosialisasi belum kami cantumkan kegiatan tersebut karena terbentur dengan dana. “Jadi pak Kepala Dinas sudah instruksi meskipun secara anggaran belum didukung dan kegiatan juga belum ada, akan tetapi tetap dijalankan, misal ada pemohon mandiri tetap dilayani, seandainya ada kolektif dari sekolah juga kita layani tapi hingga saat ini belum ada,” pungkasnya

Sedangkan untuk persyaratan KIA itu mulai umur 0-5 Tahun tidak perlu foto, lebih dari 5 tahun foto berwarna 3×4 background sama seperti KTP Elektronik ganjil merah, genap biru foto copy KTP orang tua, foto copy KK Ortu, Akte Kelahiran. (Kominfo/fdl)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *