Breaking News
  • Home
  • News
  • Oktober Ini Ponorogo Beralih dari Rastra ke BPNT

Oktober Ini Ponorogo Beralih dari Rastra ke BPNT

By on October 4, 2018 0 401 Views

BANTUAN Pemerintah Kabupaten Ponorogo kepada warga kurang mampu dalam bentuk beras sejahtera (rastra) akan dihentikan. Program ini diganti dengan program lain yang disebut Bantuan Pangan Non-Tunai atau disingkat BPNT.

Sumani Kadinsos Kab.Ponorogo

“Mulai September rastra dihentikan dan di mulai Oktober Ponorogo harus mulai menjalankan BPNT ini,” ungkap Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ponorogo Sumani, Kamis (4/10/2018).

Saat ini, pihak Dinsos sedang mempersiapkan agen untuk penyaluran BPNT ini. Jumlahnya mencapai 370 buah. Agen-agen ini akan berada di tingkat desa. Tiap desa ada yang hanya satu agen, ada juga yang dua agen. Hal ini tergantung jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang ada di wilayahnya.

Penyaluran Rastra di Ponorogo dihentikan pada September dan akan beralih ke BPNT pada Oktober ini. Dinas Sosial sedang membentuk agen untuk tempat belanja KPM untuk dana yang didapat dari pemerintah.

Agen-agen ini, kata Sumani, dibentuk dari KPM-KPM ini sendiri. Merekalah yang menjadi pengurus agen. Setiap agen melayani paling banyak 250 KPM. Agen dibuat dari kumpulan KPM dengan pertimbangan mereka berdekatan atau jaraknya tidak terlalu jauh satu sama lain.

“Kenapa kita butuh 370 agen, ini karena sampai saat ini jumlah KPM di Ponorogo ada 68.171. Sehingga dari perhitungan kawan-kawan TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) kita butuh 370 KPM itu Agen-agen ini mulai aktif untuk penyaluran Oktober, November dan Desember yang dimulai pada Oktober,” ulasnya.

Dijelaskan Sumani, BPNT ini berupa transfer kepada KPM. Setiap KPM akan menerima dana sebesar Rp110 ribu tiap bulan. Dana ini akan ditransfer dari pemerintah pusat langsung ke rekening masing-masing KPM. Rencananya dana ini diterimakan dua bulan sekali. Pencairan BPNT dalam bentuk barang ini bisa dilakukan pada tanggal 25 tiap bulannya.

“Nah, di agen KPM harus menggesek kartu yang mirip ATM ke alat tertentu dan mereka bisa berbelanja. Jenis barangnya adalah beras dan telur. Silakan mau beli beras berapa kilo, telurnya berapa kilo, nanti akan ada pendamping BPNT yang mengarahkan. Beras dan telur yang diambil agen untuk disalurkan ke KPM bisa disediakan oleh BUMDes setempat. BUMDes bisa ambil dari hasil panen dan ternak warga setempat juga. Jadi uang berputar di desa itu, semuanya berkembang,” terang Sumani. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *