Breaking News
  • Home
  • Slider
  • Pakai Pupuk Organik, Produksi Gabah Mulai Meningkat

Pakai Pupuk Organik, Produksi Gabah Mulai Meningkat

By on December 20, 2018 0 3088 Views

PEMAKAIAN pupuk organik pada persawahan di Ponorogo mulai membuahkan hasil. Panen padi sejumlah wilayah telah menunjukkan peningkatan antara 0,3 sampai 1,3 ton gabah kering sawah tiap hektarnya.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni di depan sekitar 1.700 ketua kelompok tani dari seluruh Ponorogo dalam kegiatan Temu Teknis Pengembangan Pertanian Ramah Lingkungan di Desa Kemuning, Kecamatan Sambit, Kamis (20/12/2018) mengatakan, pemakaian pupuk organik merupakan bagian dari upaya untuk menjadikan pertanian di Ponorogo tidak tergantung pada pupuk kimia.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo Harmanto saat memberikan pengarahan dalam kegiatan Temu Teknis Pengembangan Pertanian Ramah Lingkungan di Desa Kemuning, Kecamatan Sambit, Kamis (20/12/2018).
Para ketua kelompok tani cukup antusias mendengarkan pengarahan para narasumber dalam Temu Teknis Pengembangan Pertanian Ramah Lingkungan di Desa Kemuning, Kecamatan Sambit, Kamis (20/12/2018).

“Apalagi saat ini tren pangan dunia mengarah pada bahan pangan organik. Itu artinya bebas pestisida dan bahan kimia. Pilihannya ya menggunakan pupuk organik ini. Kita pelan-pelan menuju organik,” ungkap Bupati Ipong. Peralihan ke pupuk organik ini juga menjadi langkah mengurangi ketergantungan dengan pupuk kimia yang menjadi faktor biaya tinggi dalam bertani karena tiap musim tanam dosisnya selalu meningkat.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni melakukan penyemprotan pupuk organik secara simbolis tanda penngembangan pertanian ramah lingkungan dalam kegiatan Temu Teknis Pengembangan Pertanian Ramah Lingkungan di Desa Kemuning, Kecamatan Sambit, Kamis (20/12/2018)

Meski begitu, penerapan pupuk organik di Ponorogo dilakukan secara bertahap. Sedikit demi sedikit, pupuk organik dipakai bergantian dengan pupuk kimia. Pertimbangannya, bila langsung beralih ke pupuk organik maka akan ada penurunan produksi yang signikan meski kemudian akan naik di atas rata-rata.

“Sejak 2017 kita pakai pupuk organik, sudah ada yang naik produksinya. Ada yang 0,3 ton, ada yang 0,7 ton dan ada yang samapai 1,3 ton per hektarenya,” kata Bupati Ipong.

Saat program pupuk organik ini dimulai, lanjut Bupati, memang tidak semua petani mendapatkannya. Namun seiring waktu dan penambahan anggaran, maka seluruh petani di Ponorogo berusaha dijangkau. Dengan demikian, seluruh lahan di Ponorogo secara bertahap pula diupayakan menjadi persawahan organik.

Bupati menyatakan, setidaknya ada lima hal yang ingin dicapai dengan penerapan pupuk organik di Ponorogo. Tujuan tersebut adalah memperkenalkan pertanian ramah lingkungan, mengurangi ongkos bertani karena tidak banyak pupuk kimianya, memperbaiki kesuburan tanah, meningkatkan produktifitas dan meningkatkan harga produk pertaniannya karena produk ramah lingkungan memiliki nilai jual lebih tinggi.

Pada 2018 ini, jumlah pupuk organik yang dibntukan kepada petani mencapai 187 ribu liter pupuk organik cair (POC), 11,8 ton pembenah tanah organik (PTO) dan 14 ribu liter pupuk hayati. Untuk pupuk organik cair (POC) dosisnya 8 liter per hektare dengan tiga kali penggunaan, pembenah tanah organik (PTO) berbentuk bubuk dengan dosis 0,5 kg per hektare dan pupuk hayatinya 0,6 liter per hektare. Jumlah penerimanya adalah 1.392 kelompok tani dengan luasan 21.645 hektare di 21 kecamatan untuk satu kali musim tanam.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni mengamati alat mesin pertanian yang akan diserahkan sebgai bantuan kepada sejumlah kelompok tani dalam Temu Teknis Pengembangan Pertanian Ramah Lingkungan di Desa Kemuning, Kecamatan Sambit, Kamis (20/12/2018).

Selain temu teknis dan pengarahan, Bupati Ipong juga menyerahkan bantuan alat mesin pertanian. Empat kelompo tani mendapatkan bantuan handtractor rotary dan 15 kelompok tani mendapatkan bantuan cultivator. (kominfo/dist)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *