Breaking News
  • Home
  • News
  • Panglima Sudirman Muncul di Apel Besar Pramuka Ponorogo

Panglima Sudirman Muncul di Apel Besar Pramuka Ponorogo

By on August 30, 2018 0 378 Views

PERJUANGAN Panglima Besar Jenderal Sudirman dalam mempertahankan kemerdekaan dengan taktik perang gerilya menjadi pesan utama yang harus diteladani para Pramuka di Ponorogo.

Inilah yang dihadirkan sekitar 200 anggota Gugus Depan SMPN 2 Balong Ponorogo dalam drama kolosal bertajuk Perang Gerilya Jenderal Sudirman usai Apel Besar Pramuka Ponorogo 2018 Puncak Hari Pramuka ke-57 di Alun-Alun Ponorogo, Kamis (30/8/2018).

Para anggota pramuka ini tampil memukau dengan menceritakan berbagai peristiwa menjelang Serangan Umum 1 Maret 1949. Mulai dari kocar-kacirnya warga dan pejuang Indonesia akibat pendudukan tentara Belanda atas wilayah Maguwo. Jenderal Sudirman pun akhirnya memutuskan untuk bergerilya.

Penampilan drama kolosal perjuangan Jenderal Sudirman usai Apel Besar Pramuka Ponorogo 2018 di Alun-Akun Ponorogo, Kamis (30/8/2018).

Presiden Soekarno pun meminta agar pasukan yang dipimpin jenderal Sudirman dibawa ke tepi-tepi hutan dan pedesaan sebab dengan kekuatan dan persenjataan tentara Indonesia akan kalah bila berhadapan dalam perang kota terbuka dan perang jalanan.

Taktik gerilya pun dilangsungkan. Dengan ditandu, Jenderal Sudirman dan pasukan berpindah-pindah tempat untuk menghilangkan jejak dan menjauh dari kejaran pasukan musuh. Termasuk di antaranya melewati Ponorogo menuju Trenggalek hingga kembali ek Yogyakarta. Rute yang menjadi sebuah grand design Serangan Umum 1 Maret.

Drama dipuncaki keberhasilan pasukan tentara Indonesia di bawah pimpinan Jenderal Sudirman menunjukkan kekuatan pada Selasa Pon 1 Maret 1949 pukul 06.00 WIB tepat saat sirine pagi markas Belanda berbunyi nyaring.

Wabup Ponorogo berfoto bersama usai Penampilan drama kolosal perjuangan Jenderal Sudirman pada Apel Besar Pramuka Ponorogo 2018 di Alun-Akun Ponorogo, Kamis (30/8/2018).

Pembina pramuka SMPN 2 Balong sekaligus penanggung jawab drama kolosal Sumani mengatakan, drama ini telah disiapkan selama lebih dari satu bulan. Cerita sejarah ini dipilih untuk mengingatkan para pemuda yang tergabung dalam pramuka tentang rasa kebangsaan dan persatuan.

“Tema ini kita ambil agar kita semua semakin cinta Indonesia. Kita mengingatkan bagaimana perjuangan mempertahankan kemerdekaan begitu berat sehingga kemerdekaan yang ada harus diisi dengan karya-karya kita. Ya karya para pramuka ini, pemuda karana ini,” ungkap Sumani.

Wabup Soedjarno yang memimpin apel mengaku terhibur, terharu dan bangga dengan drama yang dihadirkan ini. Harapannya, pesan-pesan yang disampaikan bisa membakar semangat untuk sama-sama membangun Indonesia agar menjadi lebih baik. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *