Breaking News
  • Home
  • News
  • Pasar Legi Bakal Dibangun Empat Lantai

Pasar Legi Bakal Dibangun Empat Lantai

By on September 26, 2018 0 260 Views

PASAR Legi Ponorogo yang baru nantinya akan menjadi pasar dengan konsep pasar rakyat namun modern. Bangunannya akan dibuat empat lantai.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Addin Andawarih mengatakan, gedung yang menggantikan bangunan yang terbakar setahun lalu dibangun bertingkat empat dengan jumlah lantai lebih banyak. Kalau semul ahanya dua, maka pada rencana gedung baru Pasar Egi, jumlah lantainya adalah embat buah.

“Dirancang empat lantai dengan sekitar 5 ribuan kios. Jumlah kios yang dua kali lipat jumlah pedagan saat ini untuk mengantispasi pertumbuhan pedagang baru di masa depan,” ungkap Addin, Rabu (26/9/2018).

Dikatakannya, pertumbuhan pedagang baru di Pasar Legi cukup tinggi. Setiap tahun naik sekitar 20 persen. Jumlah 5 ribu los pun diperkirakan penuh sekitar lima tahun ke depan. Saat ini sudah ada sekitar 2.500 pedagang pasar. Baik di Pasar Legi yang terbakar, Pasar Legi Selatan atau Pasar Lanang, Pasar Pengadilan (di utara bangunan utama saat ini) maupun di Pasar Stasiun (barat bangunan utama, menyeberang jalan),” kata Addin.

Selain soal antisipasi jumlah pedagang, penambahan jumlah los atau kios ini juga menyikapi keunikan Pasar Legi. “Pasar Legi memiliki empat fungsi yaitu sebagai pasar induk untuk menurunkan barang dari produsen langsung ke pedagang seperti sayuran dan buah, sebagai pasar eceran, sebagai pasar barang konsumsi sehari hari seperti pakaian dan alat rumah tangga dan sebagai pasar grosiran,” ujar Addin.

Addin mengatakan, dana dari pemerintah pusat atau APBN 2019 untuk pembangunan gedung aru Pasar Legi sudah dipastikan turun ke Ponorogo. Jumlahnya mencapai sekitar Rp 200 miliar. Karena itulah dana dari Kementerian Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PU-PR) tersebut akan dimaksimalkan untuk perekonomian Ponorogo.

Pada November, rencananya seluruh pedagang Pasar Legi akan direlokasi ke lahan eks gedung RSUD Harjono. Mereka akan berada di lokasi tersebut selama sekitar satu tahun. Hal ini karena pembangunan gedung baru pasar diperkirakan hanya satu tahun.

“Karena memang di APBN merupakan anggaran tahun tunggal. Lalu uang APBD yang direncanakan untuk membangun pasar ini, yang Rp 90 miliar itu, kita kembalikan ke kasda karena sudah ada dana dari pusat,” tegasnya. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *