Breaking News
  • Home
  • News
  • Peduli Korban Bencana Palu-Donggala, Mahasiswa di Ponorogo Turun ke Jalan

Peduli Korban Bencana Palu-Donggala, Mahasiswa di Ponorogo Turun ke Jalan

By on October 2, 2018 0 435 Views

Mahasiswa UMPO saat menggalang dana di perempatan lampu merah Tambak Bayan, Selasa (2/10/2018).

 

MAHASISWA yang berjumlah puluhan dari Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) melakukan aksi turun ke jalan demi menggalang dana dari warga Ponorogo untuk meringankan para korban bencana gempa dan tsunami Palu-Donggala.

Aksi ini digelar pada Selasa (2/10/2018) pagi hingga siang hari untuk mengumpulkan uang dari warga yang melintas dan berhenti sejenak di sejumlah perempatan lampu mereh di Ponorogo. Bermodal kardus bekas mi instan, mereka menghimbau warga peduli dengan nasib para korban bencana di Palu dan Doggala yang mungkin saat in isudah tidak memiliki harta benda lagi.

Rifdatul Mufida, salah satu mahasiswi Prodi Informatika Fakultas Teknik UMPO, yang menggalang dana di Perempatan Tambak Bayan mengatakan, aksi ini dilaksanakan oleh organisasi-organisasi mahasiswa atau ormawa di UMPO. Mereka berhimpun untuk bersama-sama melakukan aksi. Mulai dari Himpunan Mahasiswa Jurusan atau HMJ sampai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) terlibat dalam penggalangan dana ini.

“Kita mencari dana ini karena kita semua memiliki solidaritas sebagai sesama warga Indonesia. Juga sebagai sesama warga muslim,” ungkap ini di sela penggalangan dana.

Ada tujuh titik yang disasar oleh para mahasiswa. Pertimbangannya, titik-titik tersebut tergolong padat lalu lintasnya sehingga bisa menjaring banyak warga yang mungkin bersimpati dan mau menyumbangkan sebagian kecil dana untuk para korban bencana. Titik-titik tersebut antara lain adalah perempatan Pasar Pon, Tambak Bayan, Pabrik Es, Pasar Legi dan Aloon-Aloon.

Rifda mengatakan, aksi ini sudah berizin dan pemberitahuan kepada pihak yang berwenang seperti Dinas Sosial Ponorogo dan Polres Ponorogo sebagai pihak yang mengatur lalu lintas.

“Rektor juga sudah mengetahui dan merestui kegiatan ini karena memang para mahasiswa terketuk hatinya untuk bisa membantu menggalang dana,” ujarnya.

Untuk sementara, penggalangan dana hanya dilaksanakan pada satu hari saja. Bila ada pertimbangan lain mungkin akan diperpanjang. “Kalau nanti diperlukan bisa jadi diperpanjang. Nantinya akan kita kumpulkan jadi satu dan kita salurkan melalui kampus atau universitas karena Universitas Muhammadiyah pasti punya jaringan untuk pengiriman bantuan seperti ini,” ulasnya. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *