Breaking News
  • Home
  • News
  • Pembahasan Kecamatan Baru Terus Dikebut

Pembahasan Kecamatan Baru Terus Dikebut

By on April 9, 2018 0 45 Views

Rencana Pemkab Ponorogo memekarkan sebagian wilayah mereka terus digodok. Termasuk mempersiapkan draf usulan raperda tentang pemekaran wilayah ke DPRD setempat. Sebelum peraturan pemerintah (PP) baru yang mengatur penggabungan dan pemecahan wilayah terbit.

Wakil Bupati Ponorogo Soedjarno menyatakan prioritas pertama pemekaran wilayah diterapkan pada Kecamatan Balong dan Slahung. Pemecahan beberapa desa di dua wilayah tersebut nantinya digabung dalam Kecamatan Joyo. ‘’Selama sudah memenuhi persyaratan administrasi dan hukum, saya pikir harus tetap jalan,’’ Senin (9/4).

Sesuai rencana ada beberapa desa di Balong dan Slahung yang nantinya akan dipecah menjadi kecamatan baru. Antara lain, Desa Pandak, Bulu Kidul, Bulak, Ngendut, Karangpatihan, Sumberejo, Ngilo-ilo, Nduri, Ngloning, Nailan, Plancungan, Gombang dan Janti.

Diungkapkan Soedjarno, proses perencanaan pemekaran wilayah tidak bisa cepat. Paling tidak butuh waktu sekitar 2-3 tahun. Tergantung seberapa cepat proses pembahasan itu berlangsung di tingkat daerah maupun persetujuan dari pemerintah pusat. ‘’Yang penting, kami harus bisa mendapatkan izin persetujuan pemekaran wilayah itu dulu dari DPRD dan kementerian dalam negeri (kemendagri),’’ ungkapnya.

Soejarno menambahkan bila sudah mendapat persetujuan itu, selanjutnya pemkab baru melakukan penyesuaian mekanisme aturan mengenai pemekaran wilayah tersebut. Termasuk membahas fasilitas dan sarana prasarana penunjang administrasi di kecamatan baru yang akan dibentuk. ‘’Selama sosialisasi kepada masyarakat dan kesiapan fisik perencanaan belum dilakukan, ya prosesnya belum dapat dilakukan,’’ ujar Soedjarno.

Oleh sebab itu, lanjut Seodjarno, pemkab akan mempertimbangkan masukan dan usulan dari berbagai pihak sebelum merealisasikan pemekaran wilayah tersebut. Termasuk di dalamnya melakukan study kelayakan dan mempersiapkan regulasi berikut sumber daya manusianya. ‘’Yang jelas, kami menunggu dulu bagaimana proses yang sudah berjalanan ini bisa dilalui dengan baik. Baru setelah itu kami menyesuaikan,’’ terangnya.(kominfo/fdl)

  News