Breaking News
  • Home
  • Slider
  • Pembangunan SDM Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Diera Digital

Pembangunan SDM Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Diera Digital

By on May 21, 2018 0 319 Views

Pelaksanaan Peringatan Hari Kebangkitan Nasional kali ini agak berbeda suasananya. Dalam suasana Bulan Suci Romadhon tepatnya Senin, 21/5/18 dieselenggarakan upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional di halaman Pendopo Agung Kabupaten Ponorogo. Upacara dihadiri oleh Forpimda dan seluruh pejabat eselon dan diikuti oleh TNI, POLRI dan KORPRI serta beberapa pleton Mahasiswa dan pelajar.  adapun tema peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini adalah “Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia Diera Digital”

Bertindak selaku Inspektur Upacara Wakil Bupati Ponorogo Drs. Soejarno.MM. dalam amanatnya membacakan sambutan dari Menteri Komunikasi Dan Informatika Rudiantara, yang diantaranya menyampaikan tentang“PEMBANGUNAN SUMBER DAYA MANUSIA MEMPERKUAT PONDASI KEBANGKITAN NASIONAL INDONESIA DALAM ERA DIGITAL” dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2018, ini harus dimaknai dengan upaya upaya penyadaran setiap masyarakat Indonesia, untuk mengembangkan diri dan merebut setiap peluang untuk meningkatkan kapasitas diri yang dibuka oleh berbagai pihak, baik oleh pemerintah, badan usaha, maupun masyarakat sendiri.

Pengembangan kapasitas sumber daya manusia juga harus diletakkan dalam konteks pemerataan dalam pengertian kewilayahan, agar bangsa ini bangkit secara bersama-sama dalam kerangka kebangsaan Indonesia.

Rudiantara dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 110 Tahun 2018 ini juga mengatakan“Generasi bonus demografi” yang kebetulan juga beririsan dengan “generasi millenial” kita tersebut, pada saat yang sama, juga terpapar oleh massifnya perkembangan teknologi, terutama teknologi digital. Digitalisasi di berbagai bidang ini juga membuka jendela peluang dan ancaman yang sama. Ia akan menjadi ancaman jika hanya pasif menjadi pengguna dan pasar, namun akan menjadi berkah jika kita mampu menaklukkannya menjadi pemain yang menentukan lansekap ekonomi berbasis digital dunia.

Alhamdulillah, kita mencatat bahwa tak sedikit anak muda kreatif yang mampu menaklukkan gelombang digitalisasi dengan cara mencari berkah di dalamnya. Internet, media sosial, situs web, layanan multimedia aplikasi ponsel, mereka jadikan ladang baru buat berkarya, dan pasar yang menjanjikan bagi kreativitas. Banyak kreator konten dan pengembang aplikasi Indonesia yang mendunia, mendapatkan apresiasi baik material maupun non-material.

Oleh sebab itu, mari bersama-sama kita jauhkan dunia digital dari anasir-anasir pemecah-belah dan konten-konten negatif, agar anak-anak kita bebas berkreasi, bersilaturahmi, berekspresi, dan mendapatkan manfaat darinya. Tidak ada satu pihak yang tanggung jawabnya lebih besar daripada yang lain untuk hal ini. Pepatah Aceh mengatakan: Pikulan satu dipikul berdua, rapat-rapat seperti biji timun suri. Artinya kira-kira:

Kita harus menjaga persatuan dalam memecahkan masalah, harus berbagi beban yang sama, merapatkan barisan, jangan sampai terpecah-belah. Demikian juga, dalam konteks menghadapi digitalisasi ini, kita semua harus dalam irama yang serempak dalam memecahkan masalah dan menghadapi para pencari masalah. ( Kominfo/Panji ).

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *