Breaking News
  • Home
  • News
  • Pemkab Ponorogo Gelar Pasar Malam

Pemkab Ponorogo Gelar Pasar Malam

By on May 17, 2018 0 479 Views

Pada awal Juni mendatang, Alun-Alun Ponorogo akan berubah menjadi pasar malam sebagai cara menyambut dan merayakan Idul Fitri 1439 H. Alun-alun akan dibuka lebar bagi para pelaku ekonomi usaha kecil dan mikro untuk meramaikan hari-hari kemenangan tersebut.

 

PASAR malam untuk menyambut dan merayakan Idul Fitri 1439 H tetap akan digelar oleh Pemkab Ponorogo. Alun-alun akan dibuka lebar bagi para pelaku ekonomi usaha kecil dan mikro untuk meramaikan hari-hari kemenangan tersebut.

Asisten III atau Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Ponorogo Syaifur Rochman mengatakan, pasar malam yang sudah menjadi agenda tahun ini akan dilaksanakan pada 2 Juni sampai 23 Juni 2018. Totalnya selama 22 hari atau H-15 lebaran sampai H+7 lebaran.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, pasar malam tetap akan dilaksanakan. Sekarang kita sedang melakukan sosialisasi. Tanggal 21 Mei sampai 31 Mei adalah tahap awal, para pedagang dipersilakan mendaftar. Tanggal 2 sampai 23 pelaksanaan,”ungkap Syaifur kepada ponorogo.go.id di kantornya, Kamis (17/5/2018).

Penataan stan akan dilaksanakan oleh Satpol PP pada 25 Mei hingga 31 Mei. Sedangkan pada 24-27 Juni stan sudah akan dibongkar total kembali oleh Saptol PP. Pada 30 Juni, alun-alun Ponorogo sudah dijadwalkan untuk pelaksanaan pengajian akbar.

Diterangkannya, ada sejumlah perubahan yang diinginkan Pemkab Ponorogo pada pasar malam kali ini. Yaitu pengosongan trotoar dari pedagang. “Trotoar harus clear, bersih, untuk pejalan kaki. Dan pedagang harus masuk semua ke alun-alun. Lalu nantinya arus lalu lintas di depan paseban di buat searah. Sekarang masih dibahas dengan Satlantas Polres dan Dishub, searahnya ke mana, barat saja atau timur saja,” ungkapnya sambil menyatakan hal ini demi menghibdari kemacetan arus selama ada pasar malam.

Kereta kelinci juga dilarang beroperasi di jalan sekitar alun-alun sebab dikhawatirkan menyebabka macet. Sedangkan dokar atau kereta kuda masih diperkenankan mangkal di selatan alun-alun bagian timur namun dengan rute di luar jalan sekitar alun-alun.

Kabag Umum Setda Kabupaten Ponorogo Edi Sucipto menambahkan, saat ini pihaknya dan sejumlah dinas terkait masih berkoordinasi untuk menata stan. Sebab tahun ini ada sebagian lahan di sisi selatan alun-alun yang dijadikan area parkir cadangan. Tentu saja, kata Edi, hal ini membuat lahan jualan sedikit berkurang.

“Berkurang tapi sedikit sehingga kita minta pedagang maklum. Ini demi kenyamanan bersama, pedagang dan juga pengunjung,” katanya. Edi mengatakan, ia masih terus melakukan sosialisasi juga kepada para pedagang. Hal ini agar tidak ada pedagang yang tidak paham dan timbul masalah di kemudian hari. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *