Breaking News
  • Home
  • Slider
  • Pemkab Tata PKL Jalan Protokol Ponorogo

Pemkab Tata PKL Jalan Protokol Ponorogo

By on March 27, 2018 0 39 Views

Petugas Satpol PP Kabupaten Ponorogo saat menyebarkan surat pemberitahuan penertiban PKL sekaligus melakukan pendataan para pedagang, Selasa (27/3/2018)

JALAN-JALAN protokol di sekitar Ponorogo kota akan terus ditata dan ditertibkan. Salah satunya dengan penertiban pedagang kaki lima (PKL) dari trototar dan badan jalan dengan cara pemindahan maupun pembersihan.

Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ponorogo Lilik Slamet Raharjo mengatakan, pada Selasa (27/3/2018) pihaknya menyebarkan surat pemberitahuan kepada pelaku ekonomi kerakyatan itu agar tidak berjualan di atas trotoar dan badan jalan untuk sejumlah ruas jalan utama di Ponorogo.

Jalan tersebut adalah Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Diponegero, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Gajah Mada, Jalan Sultan Agung, Jalan KH Ahmad Dahlan dan Jalan Sukarno-Hatta.

“Kita minta mereka (pedagang PKL)untuk tertib karena kawasan-kawasan tersebut adalah kawasan tertib lalu lintas,” ungkap Lilik Slamet Raharjo.

Lilik mengatakan, khusus para PKL di Jalan Sultan Agung ditertibkan dengan cara pemindahan ke lokasi lain, yaitu di Jalan Menur. Dalam beberapa waktu ke depan, ruas jalan ini diharapkan sudah bersih dari PKL dan seluruh pedagang pindah ke lokasi yang disediakan.

Sedangkan untuk pedagang di jalan-jalan protokol yang lain diminta untuk tidak berjualan di trotoar maupun di badan jalan. Kalau belum bisa pindah ke lokasi yang bukan jalan protokol tersebut, mereka masih bisa berjualan namun dengan menjaga ketertiban dan kebersihan titik jualannya.

“Setidaknya harus rapi, tidak berantakan, ditata dengan bagus. PKL nantinya tidak boleh meninggalkan barang di situ (titik berjualan). Misalnya terpalnya, mejanya, rombongnya. Begitu selesai jualan ya harus dibawa pulang semuanya. Ditinggal ya harus bersih begitu,” kata Lilik.

Salah satu PKL menunjukkan surat pemberitahuan penertiban PKL dari Satpol PP, Selasa (27/3/2018)

Lilik berharap, para PKL yang ada bisa meningkatkan kesadarannya untuk tertib dalam berjualan. Baik dalam menata dagangan maupun usai berjualan. “Jangan membuang sampah sembarangan. Contoh, pedagang es degan, ya sepetnya jangan dibuang begitu saja,” ujarnya.

Belum diterangkan sampai kapan penertiban ini dilakukan. Yang jelas, seluruh pedagang tidak akan diperbolehkan berdagang di trotoar maupun badan jalan. Bila melanggar, Satpol PP akan memberikan tindakan tegas terhadap para pelanggar.

Agnes, salah satu pedagang es di Jalan Urip Sumoharjo mengaku agak bingung dengan penertiban ini. Namun ia sadar bahwa badan jalan yang dimanfaatkan untuk berjualan memang hak pemakai jalan. “Ya dipikir nanti bagaimana caranya lah,” tukasnya. (kominfo/dist)