Breaking News
  • Home
  • News
  • Pemkab Tutup Karaoke dan Diskotek Sebulan Penuh

Pemkab Tutup Karaoke dan Diskotek Sebulan Penuh

By on May 15, 2018 0 200 Views

Salah satu THM yang wajib tutup selama bulan puasa hingga H+3 lebaran mendatang. Penutupan sementara ini untuk menghormati umat muslim yang melaksanakan berbagai ibadah selama Ramadhan.

 

TEMPAT hiburan malam (THM) yang antara lain berupa karaoke dan diskotek di Ponorogo diperintahkan untuk tidak beroperasi selama satu bulan penuh tepat pada bulan Ramadhan 1439 H. Pelarangan operasional ini untuk menghormati kaum muslim yang melaksanakan berbagai ibadah di bulan puasa.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Sapto Djatmiko mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat kepada para pengelola tempat hiburan malam agar tidak beroperasi mulai H-3 puasa atau Selasa (15/5/2018) sampai H+3 lebaran atau sekitar 20 Juni mendatang.

“Kami mendasarkan pelarangan buka bagi THM selama Ramadhan pada Instruksi Bupati Ponorogo nomor 1/2018. Hal ini demi kekhusyukan warga beragama Islam untuk melaksanakan berbagai ibadah di sepanjang hari selama bulan suci ini,” ungkap Sapto, Rabu (16/5/2018).

Dikatakannya, ada sekitar 15 pengelola THM yang sudah dikirimi surat perintah penutupan selama Ramadhan ini. Mulai yang berlokasi di tengah kota sampai di pinggiran-pinggiran.

“Terserah apakah mereka akan membuat tulisan tentang penutupan sementara ini atau tidak. Namun yang jelas akan kami pantau. Kami sudah berkoordinasi dengan Satpol PP dan aparat penegak hukum lainnya. Akan ada patroli tentunya,” ungkapnya.

Bila ada yang nekat buka lapak alias menerima tamu untuk berkaraoke ria, tentu saja akan ada tindakan sebagai sanksi. Mulai dari teguran untuk pelanggaran ringan sampai pencabutan izin bila pelanggarannya berat. Sapto menyebut, Satpol PP sebagai penegak perda akan berada di garda depan pengawasan pelaksanaan instruksi bupati tersebut.

Selain THM, pengelola rumah makan, warung jajanan serta restoran dihimbau untuk memasang tabir berupa kain bila tetap buka pada siang hari. Ini juga untuk menghormati warga yang berpuasa.

“Kalau tertutup ya lebih baik,” pungkas Sapto. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *