Breaking News

Penerima PKH di Ponorogo Meningkat

By on March 22, 2018 0 625 Views

Soemani Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kab. Ponorogo

Keluarga Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) atau keluarga miskin di Ponorogo masih terbilang tinggi. Malah angkanya diatas rata-rata Nasional dan Provinsi, Yakni sekitar 11,75 persen. Dengan jumlah keluarga miskin sebanyak 278.084 orang.

Soemani Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kab. Ponorogo mengungkapkan, ‘’Dalam rangka menekan kemiskinan di Ponorogo harus ada bantuan atau pemasukan per kapita per bulan bagi masyarakat miskin tersebut”, ujarnya. Kamis(22/3)

Banyak beberapa program Pemerintahan Pusat dan Daerah untuk menekan angka kemiskinan Indonesia, Subsidi bantuannya bermacam-macam yaitu berupa Program Keluarga Harapan (PKH), Beras Sejahtera (rastra), bantuan iuran jaminan kesehatan nasional, dan bantuan iuran daerah.

Sedangkan Pada 2018, Kabupaten Ponorogo mendapat jatah PKH sebanyak 45.710 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Jumlah itu naik dibanding alokasi PKH tahun lalu. ‘’Jatah PKH 2017 sekitar 27.000 KPM,’’ ujar Soemani.

Meskipun bantuan PKH bertambah, kata Soemani, bukan berarti jumlah penduduk miskin Ponorogo ikut naik. Melainkan kemampuan pemerintah pusat menangani penduduk miskin tahun lalu terbatas. Sehingga kekurangannya ditanggung pada tahun ini seiring adanya tambahan dana bantuan dari pemerintah pusat. ‘’Bertambah karena tahun lalu ada penduduk miskin yang seharusnya dapat bantuan dari pemerintah pusat tapi ternyata tidak dapat. Dan, itu dialokasikan pada tahun ini,’’ terangnya.

Dia berharap dengan adanya bantuan subsidi dari pemerintah itu bisa mengurangi angka kemiskinan. Misalnya salah satunya bantuan dengan pemberian Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Dengan begitu hasil pendapatan penduduk miskin yang dibawah rata-rata sebesar Rp 280.000,-  bisa terdongkrak. ‘’Otomatis angka kemiskinan pada 2019 bisa menurun”, ujarnya.

Pihaknya akan menargetkan untuk angka kemiskinan di Ponorogo turun dari sebelumnya 11,75% menjadi 10,89 %. Target tersebut bisa ditempuh dengan cara menggandeng sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menyalurkan bantuan pembiayaan. Seperti pemberian bantuan modal pertanian serta pemberdayaan tenaga kerja di dinas perdagangan, koperasi dan usaha mikro (perdakum). ‘’Kalau masyarakat ini pendapatannya naik, berarti angka kemiskinan turun,’’ ungkap Soemani.

Soemani mengaku saat ini Dinsos P3A hanya fokus pada penyaluran bantuan. Baik itu bantuan PKH maupun rastrada. Pihaknya juga sangat diuntungkan ketika program rastrada nanti sebagian dialihkan menjadi BPNT. Karena warga miskin mendapatkan suntikan dana sebesar Rp 100.000,- per bulan. ‘’Minimal sasaran rastrada sejumlah 68.171 orang itu nanti pendapatannya terangkat,’’ pungkasnya. (Kominfo/fdl)