Breaking News
  • Home
  • News
  • Pengembalian Pajak Jadi Hadiah Lomba Gapura

Pengembalian Pajak Jadi Hadiah Lomba Gapura

By on August 16, 2018 0 383 Views

SEMARAK dan meriah. Lomba gapura 17-an antar RT di Desa Bedikulon, Kecamatan Bungkal, memang semarak dan meriah. Masing-masing lingkungan mencoba menampilkan yang terbaik untuk wajah gapura mereka.

Menurut Kades Bedikulon Lukmanul Hadi, warga memang sangat bersemangat untuk membuat gapura setiap menjelang peringatan 17-an. Bukan hanya ingin menyegarkan wajah jalan masuk di lingkungannya, tapi juga karena ada hadiahnya. Yang mengasyikkan, hadiahnya mencapai jutaan rupiah.

Salah satu gapura yang masih dalam penggarapan beberapa hari lalu. Warga biasanya membuat kejutan dengan mengerjakan gapura pada malam hingga dinihari agar idenya tidak ‘dicuri’ RT lain.

 

“Ini sudah menjadi tradisi sejak tahun 2007 lalu. Setiap 17-an ya ada lomba sehingga warga giat untuk menghias gapura,” ujarnya, Kamis (16/8/2018).

Untuk lomba ini, total hadiahnya mencapai Rp13,5 juta. Juara pertamanya mendapat hadiah Rp3 juta. Sedangkan untuk juara harapan 3 sebesar Rp500 ribu. Ada pula pemenang untuk kriteria khusus, yaitu untuk RT-RT yang sudah pernah mendapatkan juara pertama pada tahun-tahun sebelumnya. Juara pertama kategori petahana ini hadiahnya hanya Rp1,5 juta. Semua juga dapat hadiah berupa trofi. Pemenangnya diumumkan pada malam tirakatan 17-an.

“Jadi yang pernah juara 1 tidak boleh lagi jadi juara 1 di tahun berikutnya. Ini untuk meberi kesempatan RT lain. Dan ternyata ini positif sekali. Semua sangat antusias dan gapuranya bagus-bagus. Mereka berani berkorban dengan wul atau iuran sendiri. Satu RT bisa sampai jutaan lho dananya,” terang Lukmanul Hadi.

Untuk juri, pihak desa mengambil empat orang penilai dari tingkat kecamata. Ini demi netralitas dan independensi juri.

Uniknya, ungkap Lukmanul Hadi, para warga mengerjakan gapura tersebut pada malam hingga dini hari. Kabarnya, hal ini dilakukan agar mereka bisa memberikan kejutan kepada para juri. Yang lebih ekstrim, mereka mengerjakan dengan cara nyerempeng di malam hari mirip Bandung Bondowoso agar ide gapura tidak diambil oleh RT lain.

Saat ditanya soal sumber dana yang cukup besar untuk lomba yang digelar untuk 17 RT di Desa Bedikulon tiap tahun ini, Lukmanul Hadi menyebut, desa mengambilnya dari dana pengembalian pajak yang dibayarkan warga ke kas daerah.

“Jadi, pajak (PBB) yang dibayarkan itu kan ada pengembalian (restitusi) sebesar 10 persen dari total pajak yang dibayarkan seluruh warga. Nah uang itu yang kita jadikan hadiah. Semuanya (uang pengembalian pajak) untuk hadiah. Termasuk untuk honor juri. Jadi desa tidak ada pengeluaran lagi (dari DD/Dana Desa dan ADD/Alokasi Dana Desa),” pungkas Lukmanul Hadi. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *