Breaking News
  • Home
  • News
  • Perbedaan Genangan Air dan Banjir

Perbedaan Genangan Air dan Banjir

By on March 10, 2019 0 178 Views

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ponorogo terus lakukan perbaikan saluran air, salah satunya di seputar alun-alun Ponorogo. Jamus Kunto Purnomo , Kepala Dinas PUPR menjelaskan kepada ponorogo.go.id pihaknya sudah melakukan perbaikan saluran air yang berada di pojok alun-alun utara kebarat jalan Diponegoro, selanjutnya ke selatan hingga Sungai Jenes.

“Kami sudah lakukan perbaikan saluran air di pojok jalan alun-alun utara ke barat jalan Diponegoro ke selatan hingga ke Sungai Jenes,” ungkapnya. Sabtu(9/3/2019).

Genangan air di jalan alun – alun utara, surut kurang lebih setelah 30 menit, Rabu (6/3/2019)

Soal ditanya kenapa adanya luapan air di seputar jalan alun-alun utara dan jalan sisi barat alun-alun? Jamus pun menjelaskan luapan air itu bisa terjadi didaerah itu karena kalau terjadi hujan dengan intensitas tinggi aliran air dari jalan Jaksa Agung belum bisa masuk ke saluran drainase karena belum diadakan perbaikan, akan tetapi bila air tersebut sudah sampai di jalan alun-alun utara itu bisa langsung masuk ke saluran drainase.

“Kalau terjadi hujan lebat daerah situ pasti menggenang karena saluran drainase tidak bisa menampung debit air, jadi meluber kejalan. Tetapi bila hujannya reda, genangan pun juga hilang ,” jelasnya.

Jamus juga berpesan kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan karena pada waktu terjadi hujan, sampah tersebut terbawa air dan masuk dalam drainase sehingga menyumbat sirkulasi air.

“Saya berpesan kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarang, karena bisa menyumbat saluran drainase, dan mengakibatkan luapan air masuk kejalan,” pesannya.

Tepisah Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ponorogo, Imam Bashori.  Ditanya soal perbedaan genangan dan banjir menuturkan banjir dan genangan itu berbeda, genangan air tidak bisa di deskripsikan sebagai banjir apabila mengalami surut dalam waktu beberapa jam. Namun jika genangan air bertahan lebih dari 1×24 jam baru bisa dimasukkan dalam fase banjir.

“Genangan dan banjir itu berbeda, kalau genangan air itu waktunya hanya beberapa jam saja, dan kalau untuk banjir itu genangan air lebih dari 1×24 jam. Seperti yang terjadi di jalan alun-alun utara dan sisi barat alun-alun Ponorogo itu di katakan genangan, karena berselang  kurang lebih 30 menit air sudah surut,” jelasnya.

Bashori mengklaim bahwasannya diwilayah alun-alun Ponorogo sisi utara dan barat tidak terjadi banjir, semata itu hanya genangan air yang masanya berselang kurang lebih 30 menit sudah mengalami surut.

“Kalau untuk wilayah alun-alun sisi utara dan barat saya pastikan tidak ada banjir, itu hanya genangan dan cepat surut dalam waktu kurang lebih 30 menit,” ungkap Bashori

Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kabupaten Ponorogo, Najib Susilo menghimbau kepada masyarakat agar menseleksi dulu informasi dan mencari sumber yang valid terlebih dahulu sebelum menshare foto maupun video melalui media sosial, kalau informasi itu tidak sesuai dengan fakta di lapangan bisa menjadikan informasi tersebut bisa membuat resah masyarakat.

“Sebelum sharing masyarakat harus menyaring terlebih dahulu berita atau informasi yang masuk, seperti video yang beredar di depan patung macan beberapa hari lalu, kalau sharenya sudah lewat waktu dari kejadian itu nanti bisa menjadikan informasi tersebut bisa membuat resah masyarakat terutama di perantauan,” himbaunya.(Kominfo/fdl)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *