Ponorogo Dilanda Bencana Tanah Longsor Terparah

Ponorogo Dilanda Bencana Tanah Longsor Terparah

Comments Off on Ponorogo Dilanda Bencana Tanah Longsor Terparah
PONOROGO, (PULUNG) – Tepat masuk awal bulan 1 April 2017, kabupaten Ponorogo dilanda bencana alam terdahsyat. Yaitu bencana tanah longsor hebat yang melanda desa Banaran kecamatan Pulung. Tebing setinggi sekitar 800 meter ambrol dan menimpa puluhan rumah warga. Tepatnya di dukuh Tangkil dan Krajan, desa Banaran, kecamatan Pulung, kabupaten Ponorogo. Tanah longsor terjadi sekitar pukul 07.30 WIB.
Menurut keterangan Kepala Desa Banaran Sarnu, kejadian tanah longsor tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu warga yang berada di sekitar lokasi sedang pulang kerumah untuk membersihkan rumah mereka.
“Sebetulnya warga sekitar longsor sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman sejak tanggal 13 Maret 2017 lalu. Kalo malam mereka ke tempat pengungsian yang sebagian besar dirumah keluarganya. Nyatanya bencana terjadi saat pagi hari. Saat mereka kembali ke rumah dan sebagian lainnya memanen jahe mereka,”terang Sarnu.
Dikatakan Sarnu, bencana tanah longsor tersebut menimpa 4 RT di dukuh Tungkil dan dukuh Krajan dan menerjang kurang lebih 28 rumah. Selain itu, sebanyak 28 orang saat ini dinyatakan hilang dan kemungkinan tertimbun longsor.
“Ada sekitar 28 rumah yang diterjang longsor, 21 rumah di dukuh tangkil dan 7 rumah di dukuh Krajan,” tambah kepala desa.
Dari 28 rumah tersebut, lanjut Sarnu sebanyak 6 rumah berada di RT 2/1 dukuh tangkil yaitu milik Menik, Katemun, Sogol, Siwuh, Puji, dan Jeminem. Sedangkan di RT: 1/1  sebanyak 2 rumah yaitu milik Madikan dan Wintoko. Di RT: 3/1 terdapat 13 rumah yaitu milik s Sirmadi, Tamikun, Suyatno, Yatemi, Kateni, Katenu, Nadi, Poniran, Bonari, Jebrak, Kosnin, Suyoto, dan Bintoro,
“Terakhir data kami di dukuh Krajan RT 02/02 juga terdapat 7 rumah yaitu milik Budi, Trimuryadi, Supri, Suwito, Samikun, Kari, dan Joko. Data tersebut masih bisa berubah,”tutur Sarnu.
Sejak siang puluhan petugas dari BPBD, Tagana, Kepolisian dan TNI sudah berada di lokasi guna ikut mengamankan dan menyeterilkan lokasi karena khawatir akan terjadi longsor susulan.
Bahkan sore harinya Bupati Ponorogo, H Ipong Muchlissoni juga langsung sidak lokasi bencana. Didampingi Wakil Bupati, H. Sudjarno, hingga anggota DPRD Jatim, Suli Daim dan lainnya.
Malam harinya, tiga alat berat telah dikerahkan dan tiba di dekat lokasi longsor. Sayangnya karena akses jalan yang sempit dan sulit, juga kepadatan warga yang menonton dan kendaraan lain,alat tersebut belum bisa sampai di lokasi longsor. Direncanakan pemkab Ponorogo akan mengerahkan 8 alat berat keruk untuk proses evakuasi besok (Minggu). (Kominfo)

About the author:

Alamat

themecircle

Tentang Ponorogo

Back to Top