Breaking News
  • Home
  • Slider
  • Ponorogo Salah Satu Tuan Rumah Festival Wayang Kulit Jawa Timur

Ponorogo Salah Satu Tuan Rumah Festival Wayang Kulit Jawa Timur

By on February 5, 2018 0 232 Views

Bupati Ponorogo Drs. H. Ipong Muchlissoni

Minggu,(4/2), bertempat di Panggung Utama Alun-alun Ponorogo telah di gelar acara Festival Wayang Kulit dengan dalang Ki Anom Suroto Dan ki Bayu Aji.

Ponorogo adalah Kota terakhir dalam serangkaikan acara Festival Wayang Kulit Kabupaten dan Kota se jatim.

Bupati Ponorogo, Drs. H. Ipong Muchlissoni, berterima kasih kepada Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau yang sering di Sapa Gus Ipul (GI) yang telah memilih Ponorogo sebagai salah satu Kabupaten yang didatangi safari festival wayang kulit ini.

Hal ini sejalan dengan GI yang memang peduli akan budaya dengan misi Kabupaten Ponorogo yaitu lebih maju berbudaya dan religius.

Bupati Ponorogo Drs. H. Ipong Muchlissoni menjelaskan, bahwa di Ponorogo ini setiap bulan di adakan pagelaran wayang kulit di Alun-alun Ponorogo ini. Dengan dalang bergantian dari berbagai kecamatan di Ponorogo.

“Ponorogo tidak takut kehabisan dalang, karena di Ponorogo Ada 250 dalang, jumlah tersebut adalah 10% dari jumlah dalang yang ada di Jawa Timur “, ungkapnya

Jumlah dalang yang begitu banyak tidak hanya tiap bulan tampil, tapi setiap bulan Suro, seluruh Desa di Kabupaten Ponorogo menggelar acara sedekah bumi, ruwatan, Dan tasyakuran. Dan setiap tasyakuran tersebut selalu menggelar pagelaran wayang kulit, jadi ratusan dalang tersebut bisa tampil bersama-sama, beber Bupati Ponorogo Drs. H. Ipong Muchlissoni.

Sementara, Wakil Gubernur Jawa Timur Gus Ipul, mengatakan sudah 24 Kali wayang kulit provinsi Jawa Timur ini di gelar. Dan di tambah dari Dinas Pariwisata Jawa Timur sudah menggelar di tiap kecamatan.

Gus Ipul juga mengatakan, wayang kulit sekarang mulai dinikmati semua kalangan. Termasuk para remaja dan anak-anak.  Dengan dibuktikan Semua element Masyarakat malam ini hadir di Alun-alun Ponorogo ini memadati pagelaran wayang kulit ini.

“Wayang adalah salah satu forum untuk menyatukan. Kita lihat bersama malam ini banyak yg hadir mulai dari Bupati hingga pedagang.”

Pagelaran wayang kulit inilah tempat untuk memupuk persatuan dan kesatuan. Serta bisa mewarisi budaya leluhur.(kominfo/fdl)