Breaking News
  • Home
  • News
  • Ponorogo Siaga Longsor-Banjir, BPBD Stand By 24 Jam

Ponorogo Siaga Longsor-Banjir, BPBD Stand By 24 Jam

By on March 13, 2018 0 257 Views

Petugas BPBD Ponorogo bersiaga 24 jam terkait status siaga longsor-banjir yang berlaku sepanjang pekan ini.

SAAT ini Ponorogo dinyatakan dalam kondisi siaga untuk bencana banjir dan longsor terkait tingginya curah hujan yang diprakirakan terjadi hingga beberapa hari ke depan. BPBD pun menyiagakan personelnya selama 24 jam penuh.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo Basori mengatakan, saat ini Ponorogo memang masih masuk dalam tahap siaga banjir dan lonsor. Sejumlah kejadian tanah retak seperti di Dukuh Gembes, Desa/Kecamatan Slahung, longsor di Desa Dayakan, Kecamatan Badegan dan banjir di sejumlah titik sepanjang Minggu-Senin (11-12/3/2018) lalu menjadi indikasi utamanya.

“Kita minta warga untuk selalu waspada. Untuk mengurangi risiko akibat bencana, kita harap warga bisa mengenali risiko, mengenali bahaya dan yang terpenting adalah siap untuk selamat. Artinya siap untuk menyelamatkan diri bila terjadi bencana,” ungkap Basori, Selasa (13/3/2018).

Dikatakannya, terdapat sejumlah kecamatan yang memiliki potensi longsor dan potensi banjir. Yang berpotensi longsor antara lain adalah Slahung, Ngrayun, Badegan, Sawoo, Pudak, Pulung dan Ngebel. Sedangkan yang berpotensi banjir antara lain adalah Balong, Ponorogo, Sambit dan Kauman.

“Nah, tipe banjir di Ponorogo ini adalah genangan. Jadi semacam air yang lewat saja atau antre masuk ke sungai sehingga tidak terlalu lama,” ungkap Basori.

Terkait kondisi ini, BPBD pun menyiagakan seluruh personelnya untuk bersiaga selama 24 jam penuh. Baik untuk mengantisipasi maupun mengatasi kondisi yang ada.

“Seluruh personel siap. Kita bagi dalam tiga shift (giliran). Peralatan dan logistik juga siap, siaga,” ujar Basori.

BPBD juga terus berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait untuk siaga kondisi bencana ini. Mulai dari TNI-Polri, relawan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan dinas-dinas lainnya.

“Hal ini penting karena dalam situasi bencana, bila terjadi, semua saling terkait dan harus bahu membahu,” kata mantan Camat Ngrayun ini.

(kominfo/dist)

  News