Breaking News
  • Home
  • News
  • Ponorogo Siap Susun Masterplan TIK

Ponorogo Siap Susun Masterplan TIK

By on November 7, 2018 0 82 Views

KESIAPAN Ponorogo untuk menyusun masterplan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menuju smartcity dinilai sudah cukup. Hanya butuh keterpaduan atau integrasi agar sistem yang diinginkan bisa tercapai.

Hal ini diungkapkan pemateri dalam Focus Group Discussion Penyusunan Masterplan TIK yang digelar Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Diskominfo) Kabupaten Ponorogo, Profesor Endroyono dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Suasana pembukaan Focus Group Discussion Penyusunan Masterplan TIK yang digelar Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Diskominfo) Kabupaten Ponorogo di aula gedung Bappeda Ponorogo, Rabu (7/11/2018)

Endroyono menyebut, Ponorogo sudah cukup siap bila dilihat dari jumlah aplikasi yang mencapai 50-an buah di lingkungan Pemkab Ponorogo. Ketersediaan server atau perangkat keras juga sudah memadai. Persoalan koneksi jaringan internet juga hampir tidak ada masalah meski provider tempat berlangganan masih berbeda-beda.

“Kita sebagai konsultan menilai sudah cukup siap. Tinggal dipoles sedikit, diintegrasikan saja,” ungkap Ketua Tim Konsultasi Smart City untuk Ponorogo pada acara yang digelar di aula gedung Bappeda Ponorogo, Rabu (7/11/2018).

Namun menurutnya ada yang lebih penting ketimbang kesiapan hal-hal teknis yang telah disebutkannya. “Para ASN harus segera beralih ke pola pikir yang digital pula,” ujarnya.

Disebutkannya, dengan kesiapan yang ada saat ini, pada 2019 mendatang Ponorogo akan siap menuju tahap pertama Smartcity. Tahap itu adalah internet of data. Artinya segala sesuatu dalam pemerintahan dan masyarakat sudah terekam datanya di internet.

“Sehingga ketika ada kekurangan bisa diperbaiki, yang berlebihan bisa dioptimalkan dan bagi pimpinan daerah bisa menjadi dasar penyusunan prioritas pembangunan serta pengambilan kebijakan. Contohnya, kalau kita tahu jumlah lansia, yang sekarang datanya ada di Dispenduk, maka penanganan untuk mereka baik yang sehat maupun yang sakit bisa dilakukan dengan baik karena datanya ada. Pelayanan kepada manula akan lebih baik,” terang Endroyono sambil memberi contoh.

Tahap selanjutnya adalah memperbanyak layanan berbasis TIK. Mulai dari mengurus KTP, surat pindah atau berbagai hal lain terkait layanan yang didasarkan pada TIk dan data. Bahkan, bisa jadi orang bisa mengurus KTP dari rumah.

“Dengan dukungan dari semua pihak, saya yakin mencapai tahap pertama dan kedua tidak akan lama. Dalam waktu tidak lebih dari lima tahun sudah bisa sampai ke sana (tahap memiliki layanan berbasis TIK),” pungkas Endroyono. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *