Breaking News
  • Home
  • Slider
  • Postur APBD Ponorogo 2019 Paling Bagus

Postur APBD Ponorogo 2019 Paling Bagus

By on November 21, 2018 0 301 Views

POSTUR atau komposisi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Ponorogo tahun 2019 dinilai paling bagus dibanding beberapa tahun terakhir. Di APBD Ponorogo tersebut, jumlah dana untuk belanja pembangunan sudah lebih besar dibanding dana untuk belanja rutinnya.

Hal ini disampaikan Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni usai pengesahan usai penandatanganan pengesahan Raperda APBD 2019 dalam Rapat Paripurna DPRD Ponorogo dengan agenda Pengambilan Keputusan Raperda APBD 2019, di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Ponorogo Rabu (21/11/2018).

Bupati Ponorogo saat memberikan sambutan usai pengesahan raperda APBD 2019 pada Rapat Paripurna DPRD Ponorogo, Rabu (21/11/2018).

Juru bicara DPRD Ponorogo Miseri Effendi saat membacakan lampiran APBD 2019 yang disahkan pada Rapat Paripurna DPRD Ponorogo, Rabu (21/11/2018)

“APBD 2019 ini menurut saya posturnya sangat bagus. Belanja rutin yang berkutat pada aparat (Pemkab Ponorogo) adalah 44,2 persen. Sedangkan untuk belanja pembangunan yang menyentuh langsung ke masyarakat sudah menjadi 54,8 persen,” ungkap Bupati Ipong.

Ipong menyebut, dengan prosentase ini, berarti sebagian besar APBD adalah untuk rakyat. Di 2019, banyak program yang dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat Ponorogo. Pada APBD 2019 Ponorogo, dari sisi pendapatan besarnya adalah Rp 2,306 triliun. Sedangkan dari sisi belanja mencapai Rp 2,335 triliun. Terdapat defisit anggaran sekitar Rp 29 miliar, yang artinya akan ada sejumlah kegiatan yang tidak akan berjalan.

Bupati Ipong menyatakan, ada tiga sektor utama yang secara prosentase berada di atas mandatory spending atau belanja diamanatkan oleh undang-undang. Ketiga sektor itu adalah belanja bidang infrastruktur yang mencapai 28 persen, belanja bidang pendidikan sebesar 33,86 persen dan belanjang bidang kesehatan yang mencapai 15 persen.

Di bidang infrastruktur akan banyak pembangunan jalan terutama pada jalan kolektor sekunder atau jalan jarak sedang yang menghubungkan perdesaan ke perkotaan. Hal ini untuk terus meningkatkan jumlah jalan baik yang saat ini sudah mencapai 81 persen.

“Di 2015, jalan baik kita ada 71 persen. Meningkat 10 persen itu sudah sangat bagus. Biasanya, sini dibangun, sana rusak sehingga jalan baik jumlahnya juga tidak bertambah,” katanya.

DI bidang pendidikan, Pemkab salah satunya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan kepada para GTT dan PTT yang dalam APBD mencapai mencapai Rp 11 miliar. Yaitu berupa tunjangan untuk mereka 2.706 GTT/PTT dengan besaran Rp 250 ribu per orang per bulan selama 13 kali di 2019 nanti.

Untuk kesehatan, banyak sekali program yang akan dilaksanakan. Selain melaksanakan berbagai kegiatan seperti posyandu lansia yang jumlahnya 721 buah, ada pula rencana untuk membentuk tiga rumah sakit tipe C.

“Keberadaan rumah sakit tipe C ini merupakan bukti kehadiran pemerintah di tengah masyarakat dan bukti bahwa pemkab Ponorogo juga memiliki bisnis yang akan membantu bagi jalannya APBD,” jelas Bupati. (kominfo/dist)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *