Breaking News
  • Home
  • Slider
  • Program ACS Dishub Ponorogo Raih Top 25 Kovablik Provinsi Jatim

Program ACS Dishub Ponorogo Raih Top 25 Kovablik Provinsi Jatim

By on October 25, 2018 0 198 Views

APLIKASI yang dimanfaatkan untuk memudahkan pengawasan pergerakan Angkutan Cerdas Sekolah (ACS) Ponorogo yang juga bernama ACS berhasil meraih penghargaan. Program berbasis android ini menjadi Top 25 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Tingkat Jawa Timur 2018. Kategorinya adalah Tata Kelola Penyelenggaraan Pelayanan Publik yang Efektif, Efisien dan Berkinerja Tinggi.

Penghargaan ini diberikan atas terobosan Dinas Perhubungan dan Dinas Kominfo Kabupaten Ponorogo yang menyediakan layanan Angkutan Cerdas Sekolah (ACS) Berbasis Aplikasi. Penghargaan tersebut diserahkan langsung Gubernur Jawa Timur, Soekarwo kepada Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni di Hotel Shangri-La Surabaya, Senin (22/10/2018) malam.

Bupati Ipong mengatakan, untuk ACS ia tidak menyangka bisa mendapat penghargaan dalam Kovablik. Sebab program ini muncul karena semata-mata prihatin atas tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar sehingga harus ditekan. Dari sejumlah pengamatan diketahui, faktor utama dari kecelakaan para pelajar tersebut adalah penggunaan kendaraan roda dua oleh pelajar yang belum memenuhi syarat untuk berkendara seperti umur dan kepemilikan Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Jadi kami, ada saya, kepala Dinas Pendidikan, kepala Dishub dan Polres Ponorogo berpikir solusi untuk itu. Sebab kalau anak-anak yang belum boleh naik motor ini ditilang nantinya tidak mau sekolah, tapi kalau dibiarkan membahayakan. Akhirnya digagaslah ACS ini,” ungkap Bupati Ipong Kamis (25/10/2018).

enghargaan Top 25 Kovablik 2018 yang diterima Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, Senin (22/10/2018) lalu – (foto : humas pemkab ponorogo)

Lalu, demi kemudahan pengawasan dan mengikuti tren anak muda muncul ide untuk diadakan aplikasi yang bisa dijalankan dengan telepon cerdas. “Ya, alhamdulillah kalau kemudian mendapatkan apresiasi,” ungkapnya.

Untuk ACS ini, Bupati Ipong menyampaikan terima kasih kepada para kepala dinas yang mendukung. Juga terhadap pihak Polres Ponorogo dengan Satlantas yang begitu getol mendukung program ini. “Saya salut dan terima kepada AKBP Ricky Purnama, kapolres Ponorogo saat program ini diluncurkan, yang menjabat saat program ini diluncurkan yang punya komitmen tinggi terhadap program Pemkab Ponorogo ini,” ujarnya.

Inilah Mengapa ACS Dapat Penghargaan

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Ponorogo Junaidi mengatakan, ACS merupakan aplikasi yang bekerja dengan cara memonitor pergerakan armada ACS dari waktu ke waktu.

“Jadi ada aplikasi android yang digabung dengan maps sehingga di jam berapa armada ada di mana itu bisa diketahui posisinya. Orang tua, guru atau siapa saja bisa melihat posisi armada tertentu yang dinaiki anak atau pelajarnya sehingga lebih nyaman karena tahu keberadaannya di mana,” ungkap Junaidi.

Tampilan halaman muka ACS Siswa yang memperoleh Penghargaan Top 25 Kovablik 2018 dari Pemprov Jatim.

Ada sejumlah staf Dishub Ponorogo yang ditugasi mengontrol penggunaan ponsel dan aplikasinya tersebut. Hal ini juga menjadi upaya Pemkab Ponorogo untuk mengawasi armada yang telah dibiayai dengan ABPD agar tetap beroperasi.

“Kalau armada ACS kok terpantau berhenti terlalu lama, atau tidak beroperasi jelas akan ketahuan. Maka setelah itu akan ada pengecekan dan langkah-langkah selanjutnya. Itu salah satu cara mempertanggungjawabkan uang rakyat,” ujarnya.

Untuk siswa atau pengguna ACS disebut ACS Siswa, sedangkan untuk pengemudi disebut ACS Driver. Dengan aplikasi ini, pengguna ACS Siswa bisa memantau posisi angkutan dalam trayek tertentu secara real time. Otomatis, kata Junaidi, ada beberapa manfaat yang bisa diambil. Pertama, siswa akan mengetahui posisi kendaraan yang jalurnya sesuai dengan tujuan siswa menuju sekolah atau jalur pulang menuju rumahnya.

“Begitu tahu, siswa bisa bersiap. Kalau kira-kita masih 15 menit lagi sampai di titik penjemputan, maka ada waktu yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lain atau sebaliknya harus bergegas,” ungkapnya.

Kedua, untuk orang tua dan guru hal ini akan membuat mereka nyaman karena tahu posisi armada ACS yang mengangkut anaknya. “Kalau misalnya kok berhenti atau tidak bergerak, maka akan segera diketahui penyebabnya. Misalnya ban kempes atau seperti apa,” terangnya.

Ketiga, manfaatnya adalah untuk Dishub yang jelas-jelas akan bisa memantau pergerakan armada ACS secara keseluruhan setiap saat. Banyak hal bisa dilakukan dengan informasi posisi dan pergerakan ini. Salah satunya apabila ada armada yang rusak maka bisa segera diatasi dengan mengirimkan armada cadangan atau armada bantuan yang siap on call sewaktu-waktu. (kominfo/dist)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *