Breaking News
  • Home
  • News
  • Punya Masterplan, Pimpinan Daerah Tak Perlu ‘Ngarang’ Program

Punya Masterplan, Pimpinan Daerah Tak Perlu ‘Ngarang’ Program

By on November 9, 2018 0 55 Views

MASTERPLAN Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) akan menjadi panduan penting bagi sebuah daerah dalam melaksanakan pembangunan. Bahkan, pimpinan daerah tidak perlu mengarang-ngarang program untuk membangun wilayahnya.

Hal ini dikatakan Profesor Endroyono, kepala komunikasi Laboratorium ITS yang juga ketua tim konsultan smartcity untuk Ponorogo, Jumat (9/11/2018). Menurutnya, masterplan TIK yang sedang dalam tahap pembentukan di Ponorogo merupakan bagian penting dalam pembangunan di Ponorogo. Dari tahap demi tahap akan hadir ketersediaan informasi dan kecepatan pelayanan publik yang diperlukan oleh masyarakat.

“Ketika masterplan sudah ada, maka semua hal itu diputuskan by data. Semua data yang diperlukan untuk mengambil keputusan sudah tersedia. Sehingga, pimpinan daerah, siapapun orangnya nanti tidak perlu mengarang-ngarang program,” ucapnya.

Para pimpinan daerah, lanjutnya, tinggal membuat kebijakan-kebijakan yang ada terkait kondisi yang ditemui di masyarakat.

“KPU atau Bawaslu misalnya, tidak perlu lagi membicarakan soal DPT karena data sudah tersedia. Mereka tinggal membicarakan cara agar pemilunya berjalan kondusif,” katanya mencontohkan.

Dikatakannya, masterplan TIK dan keberadaan smartcity tidak terhindarkan saat ini. Apalagi, dorongan KPK terkait pelaksanaan pemerintahan yang bersih melalui pemanfaatan TIK sudah diperkuat dengan Perpres 95 tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasik Elektronik yang akan menjadi panduan rencana pembangunan hingga 20 tahun ke depan.

Dikatakannya, saat ini Ponorogo sudah siap untuk menyusun masterplan TIK-nya sendiri dan segera menuju smartcity. Ada dua tahap yang harus dilalui menuju smartcity ini. Tahap pertama adalah internet of data. Artinya segala sesuatu dalam pemerintahan dan masyarakat sudah terekam datanya di internet.

“Sehingga ketika ada kekurangan bisa diperbaiki, yang berlebihan bisa dioptimalkan dan bagi pimpinan daerah bisa menjadi dasar penyusunan prioritas pembangunan serta pengambilan kebijakan,” terang Endroyono sambil memberi contoh.

Tahap selanjutnya adalah memperbanyak layanan berbasis TIK. Mulai dari mengurus KTP, surat pindah atau berbagai hal lain terkait layanan yang didasarkan pada TIK dan data. Bahkan, tidak mustahil warga bisa mengurus KTP dari rumah. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *