Breaking News
  • Home
  • News
  • Pupuk Organik Bantuan Pemkab Lolos Uji Laboratorium

Pupuk Organik Bantuan Pemkab Lolos Uji Laboratorium

By on November 20, 2018 0 88 Views

PUPUK organik pengadaan Pemkab Ponorogo untuk bantuan kepada petani akan segera dibagi kepada warga yang berhak. Hal ini setelah pupuk organik tersebut dinyatakan lolos uji dari laboratorium Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung.

Kepala Dinas Pertanian Ponorogo Harmanto saat mengecek pupuk organik di gudang Distan Ponorogo, Senin (20/11/2018)/

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo Harmanto mengatakan, uji laboratoriun Unpad Bandung menyebutkan, tim penguji menyimpulkan produk pupuk organik dari PT Surya Abadi asal Kabupaten Malang yang merupakan rekanan pemenang lelang pengadaan pupuk telah sesuai spesifikasinya dengan yang ditentukan oleh Permentan 70/SR140/10/2011.

“Sehingga barang tersebut bisa diterima dan layak diberikan kepada masyarakat,” ungkap Harmanto Selasa (20/11/2018).

Mulai Rabu (21/11/2018) mendatang, pupuk ini akan mulai dibagikan kepada yang berhak. Pupuk tersebut akan mulai beredar di tangan petani yang telah ditetapkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pendistribusian akan sampai kepada petani di tingkat kelompok di masing-masing desa.

Setelah diterima di kelompok akan dilakukan gerakan pemupukan sesuai dengan kondisi di masing-masing lahan menurut kesiapan dari tanah yang akan dipapari pupuk dan ditanami benih padi. Yaitu gerakan pemupukan organik. Gerakan pemupukan akan melibatkan tim dari Distan, PPL, wilpim, koordinator didampingi babinsa, kades dan bhabinkamtibmas.

Jumlah yang diterima tiap kelompok tani yang ada tidaklah sama. Mereka akan mendapatkan pupuk sesuai dengan luasan lahan yang dimiliki oleh para anggotanya. Hal ini terkait dengan dosis yang harus digunakan oleh para petani dalam melakukan pemupukan.

Untuk pupuk organik cair (POC) dosisnya 8 liter per hektare dengan tiga kali penggunaan, pembenah tanah organik (PTO) berbentuk powder dengan dosis 0,5 kg per hektare dan pupuk hayatinya 0,6 liter per hektare. Totalnya ada 187 ribu liter untuk POC, 11,8 ton untuk PTO dan 14 ribu liter pupuk hayati.

“Jumlah penerima adalah 1.392 kelompok tani dengan luas 21.645 hektare di 21 kecamatan untuk satu kali musim tanam. Nanti kira-kira untuk tahun 2019 akan ada pengadaan lagi,” pungkasnya. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *