Breaking News
  • Home
  • News
  • Pupuk Organik Didistribusikan, Petani Langsung Semprotkan

Pupuk Organik Didistribusikan, Petani Langsung Semprotkan

By on November 26, 2018 0 103 Views

PUPUK organik bantuan Pemkab Ponorogo yang telah lulus uji laboratorium di Unpad Bandung langsung disebarkan para petani ke sawahnya begitu mereka mendapatkan dari petugas. Hal ini sebagia bentuk gerakan pengendalian agar padi tumbuh optimal.

Petugas UPT Dinas Pertanian Kecamatan Babadan, Yusuf Sugiarto, Senin (26/11/2018) menyatakan, tanpa menunggu lama, para petani di 15 desa di Kecamatan Babadan, Ponorogo, langsung mengaplikasikan pupuk organik bantuan Pemkab Ponorogo. Caranya dengan penyemprotan massal di lahan sawah mereka.

Penyemprotan massal pupuk organik cair di Desa Lembah, Kecamatan Babadan.

 

Penyemprotan tersebut dilaksanakan sejak Rabu (21/11/2018) lalu. Tiap pagi secara serentak para petani di desa-desa di kecamatan tersebut melakukan penyemprotan. Di Kecamatan Babadan, bahan yang diaplikasikan adalah pupuk organik cair hayati. Rencananya di wilayah tersebut akan dilangsungkan gerakan massal penyemprotan pupuk hayati hinga 11 Desember mendatang.

“Begitu dibagikan, langsung kita lakukan gerakan massal pengendalian. Kita pakai POC di lahan ini karena umurnya (padi petani setempat) sudah 60 hari. Bahan organik lain, yaitu pembenah tanah organik (PTO) dan pupuk hayati dipakai pada musim berikutnya,” ungkap

Di Kecamatan Babadan, dropping paket pupuk organik adalah untuk lahan sawah seluas 1.240 hekater. Jenis pupuk organik cari (POC) sejumlah 9.920 liter, pembenah tanah organik (PTO) sebanyak 621 kg dan pupuk hayati mencapai 774 liter.

Petugas dari Dinas Pertanian Ponorogo, TNI dan para petani saat beristirahat usai melakukan penyemprotan massal.

 

Untuk pemberian paket pupuk organik ini disebut Yusuf berbeda dengan mekanisme pembagian pupuk kimia bersubsidi. Untuk pupuk bersubsidi memang harus lewat RDKK atau rencana definitif kebutuhan kelompok.

“Kadang ada kelemahan (model RDKK) dan itu tidak efektif. Kadang sudah diberikan tapi tidak diaplikasikan. Atau disimpan dulu sehingga ada yang rusak. Kalau organik kita pakai gerakan sehingga pupuk langsung habis diaplikasikan,” ujarnya.

Gerakan semprot massal di Kecamatan Babadan mendapat dukungan penuh TNI, yaitu dari koramil setempat. Babinsa Koramil 0802/03 Sertu Hariyanto Babadan menuturkan, pendampingan ini bukan hanya untuk membuat penyemprotan lebih serentak, tapi juga juga untuk turut mengevaluasi pelaksanaannya.

“Kita telah sepakat akan memulai sistem pertanian organik untuk seluruh lahan pertanian milik anggota Poktan Tani Mukti. Akan kita lihat hasil dari penggunaan POC ini sehingga nantinya akan kita evaluasi dan dilaksanakan perbaikan-perbaikan dalam aplikasi sistem pertanian organik ini,” kata Sertu Hariyanto. (Kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *