Breaking News
  • Home
  • News
  • Pupuk Organik Rekanan Dinas Pertanian Diuji

Pupuk Organik Rekanan Dinas Pertanian Diuji

By on November 15, 2018 0 137 Views

*DINAS* Pertanian Kabupaten Ponorogo berupaya memastikan produk pupuk organik yang disediakan rekanan pemenang tender, PT Surya Abadi Kabupaten Malang, sesuai spesifikasi yang ditentukan. Akhir pekan lalu, sejumlah sampel telah diambil oleh petugas dari sebuah laboratorium di Bandung untuk menjalani pengujian.

Kepala Distan Ponorogo Harmanto mengatakan, ada tiga jenis pupuk yang diambil sampelnya oleh tim dri Bandung tersebut. Ketiga pupuk adalah POC atau pupuk organik cair, PTO atau pembenah tanah organik dan pupuk hayati.

“Jadi, pengambilan sampel dan uji lab adalah cara untuk membuktikan bahwa barang yang disediakan rekanan untuk para petani kita ini sesuai dengan spek (spesifikasi),” ungkap Harmanto, Kamis (15/11/2018).

Untuk POC diambil sampel sebanyak 5 liter. Namun, 5 liter sampel ini adalah campuran dari 60 liter POC yang diambil dari banyak botol secara acak yang kemudian diaduk dan diambil dalam jumlah yang cukup. Maksudnya, kata Harmanto, untuk melihat kandungan di botol-botol yang ada, apakah sama atau berbeda-beda.

“Saya tidak tahu detil caranya tapi itu untuk menguji kandungannya,” ungkpa Harmanto.

Untuk PTO diambil 11 kg yang dari sejumlah kemasan kemudian dijadikan satu dan dipilih 5 bagian sebagai sampel. Sedangkan untuk pupuk hayati diambil 11 liter ditumpahkan menjadi satu dan diambil sejumlah sampelnya.

“Hasilnya akhir pekan ini atau awal pekan depan akan dikirim ke sini. Kalau sesuai dengan spek, yaitu sesuai Peraturan Mentan tahun 2011 atau tidak. Kalau tidak sama ya kita minta diganti atau nanti tidak kita bayar,” ungkap Harmanto.

Setelah itu, barulah pupuk tersebut akan didistribusikan kepada para petani di Ponorogo. Jumlah PCO yang akan didistribusikan ke petani mencapai sekitar 187 ribu liter untuk POC, 11,8 ton untuk PTO dan 14 ribu liter pupuk hayati. Sekitar dua pekan harus terbagi dan habis sampai ke tangan petani.

“Jumlah ini sesuai kebutuhan atau dosis untuk 23.600 hektare lahan sawah yang membutuhkan untuk satu kali tanam pada musim tanam kali ini, MPII (musim penghujan ke dua) ini. Dananya sekitar Rp 20,5 miliar untuk ketiga jenis pupuk,” ujarnya. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *