Breaking News
  • Home
  • Slider
  • PVMBG Sarankan Empat Rumah di Gembes Dipindah

PVMBG Sarankan Empat Rumah di Gembes Dipindah

By on April 10, 2018 0 228 Views

PEMINDAHAN empat rumah di Dusun Gembes, Desa/Kecamatan Slahung, menjadi saran para petugas dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) atau Badan Geologi pada pengamatan di lokasi tanah gerak di lokasi longsor lingkungan Salam, Dusun Gembes, Desa/Kecamatan Slahung, Selasa (10/4/2018).

Pada hari pertama pengamatan tersebut, tim yang terdiri dari empat orang ahli geologi peneliti lokasi melakukan pengecekan di ‘mahkota’ tanah gerak di Dusun Gembes. Mereka melakukan pengukuran dan pemetaan gerakan tanah di lereng sekitar tanah gerak. Bersama Tim SAR Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo, relawan, personel Babinsa dan perangkat desa setempat, tim mengitari lokasi longsor di titik paling ujungnya.

Tim Peneliti dari PVMBG Bandung bersama tim BPBD Kabupaten Ponorogo dan saat melakukan pemetaan lokasi longsor tanah gerak Dusun Gembes, Desa/Kecamatan Slahung, Selasa (10/4/2018).

“Dari pengukuran, lebar longsoran di titik tertinggi mencapai 30 meter menghadap ke timur laut. Di bawahnya ada empat rumah dan itu kita sarankan agar rumahnya dipindah dan tidak bisa lagi ditempati. Mereka itu di tengah-tengah lokasi longsor,” ungkap Kasubdit Mitigasi Gerakan Tanah (Wilayah Barat)  PVMBG Sumaryono di lokasi tanah gerak Gembes usai melakukan pengamatan hari pertama.

Diterangkannya, titik mahkota longsor ini memiliki panjang sekitar 70 meter. Kedalaman penurunan tanahnya mencapai 50 cm sampai 1 meter lebih sedikit. Ketebalan tanah yang mungkin longsor diperkirakan sekitar 4 meter. Tanah tersebut berjenis lano pasir berkerikil, atau tanah vulkanis yang subur tapi memang mudah longsor. Jenis tanah ini merupakan hasil pelapukan batu.

“Jadi di situ ada kontak antara tanah hasil pelapukan dan batuan. Hal inilah yang menyebabkan longsor atau tanah gerak saat intensitas hujan tinggi. Apalagi di situ lerengnya cukup terjal, sudut kemiringannya lebih 25 derajat,” papar Sumaryono.

Tim Peneliti dari PVMBG Bandung bersama tim BPBD Kabupaten Ponorogo dan saat mendaki lereng terjal di lokasi longsor tanah gerak Dusun Gembes, Desa/Kecamatan Slahung, Selasa (10/4/2018).

Retakan tanah di sekitar puncak longsor, lanjut Sumaryono, berbentuk seperti tapal kuda. Hal ini menandakan bahwa tanah akan longsor. Bila muncul air di bawahnya itu sudah tanda-tanda kritis sehingga warga yang di sekitarnya harus segera mencari lokasi yang aman.

“Tanda ini lebih mudah saat terjadi hujan. Kalau saat cuaca cerah tidak jadi masalah, aman-aman saja,” ungkapnya.

Tim peneliti dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung yang juga disebut Badan Geologi akan melakukan pengamatan di lima titik lokasi tanah gerak di Ponorogo. Titik-titik tersebut tersebar di Kecamatan Slahung dan Kecamatan Badegan. (kominfo/dist)