Breaking News
  • Home
  • News
  • Ratusan Banner ‘Gelap’ Muncul, Tak Kapok Dirazia Satpol PP

Ratusan Banner ‘Gelap’ Muncul, Tak Kapok Dirazia Satpol PP

By on September 21, 2018 0 1102 Views

RATUSAN banner tidak berizin atau gelap selalu muncul tiap bulannya di pusat Kota Ponorogo dan sekitarnya. Meski Satpol PP rajin merazia, selalu ada saja banner yang tiba-tiba bertengger di tepian jalan.

Salah satu banner gelap dan dipaku di pohon banyak ditemui di jalan-jalan protokol Ponorogo meski terus dirazia oleh Satpol PP setempat.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Ponorogo Supriyadi mengatakan, banner-banner gelap yang bermunculan menawarkan berbagai barang dan jasa. Ukurannya juga bemacam-macam. Mulai dari yang kecil sampai yang cukup besar, lebih dari 1 meter panjangnya. Tidak hanya di tengah kota, banner liar juga tumbuh di pinggiran kota.

“Ada beberapa hal yang akhirnya membuat kami harus menertibkan banner-banner ini. Satu, banner itu tidak berizin alias liar, itu kami tertibkan. Kedua, berizin tapi pemasangannya mengganggu pejalan kaki atau dipasang di pohon dengan paku,” ujar Supriyadi Jumat (21/9/2018).

Walaupun sudah dirazia dan dicopoti, namun para pemasang banner gelap ini ini seolah tidak pernah kapok. Tiap bulan ada sekitar 300 sampai 400 banner berbagai ukuran yang diamankan dan kini disimpan di gudang gedung Satpol PP Ponorogo.

Anggota Satpol PP pun terus melakukan pemantauan terhadap munculnya banner-banner ini. Namun banner ini selalu muncul dan muncul lagi.

“Siang malam anggota patroli ada yang patroli. Tapi aneh, kadang malam dipatroli, pagi didatangi, lalu kalau melanggar peraturan maka langsung dilepas, lha kok besoknya ada lagi yang baru di sebelahnya, di pohon sekitar situ. Ya kami tertibkan lagi,” kata Supriyadi.

Ia mengatakan, tidak ada toleransi bagi pemasangan banner di pohon. Hal ini karena pemasangan di pohon dengan paku merusak lingkungan sebab bisa mematikan pohon-pohon yang ada di tepian jalan.

“Pohon-pohon itu adalah bagian dari paru-paru kota. Maka kami tegas, berizin atau gelap, banner yang dipaku di pohon harus dilepas. Kalau pemiliknya (yang berizin) protes, maka akan kita jelaskan kesalahannya,” ungkapnya. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *