Breaking News
  • Home
  • News
  • Relawan SAR dari Ponorogo Belum Ingin Pulang

Relawan SAR dari Ponorogo Belum Ingin Pulang

By on October 10, 2018 0 115 Views

RELAWAN SAR mandiri dari Ponorogo yang menamakan diri SAR Tangguh Ponorogo masih akan bertahan di Sulawesi untuk membantu penanggulangan pasca bencana di lokasi tersebut. Masih banyak pekerjaan kemanusiaan yang harus dilakukan untuk para korban selamat.

Salah satu anggota Tim SAR Tangguh Ponorogo, Basir, mengatakan, memasuki hari keenam keberadaan mereka di Palu, kondisi lokasi bencana memang telah berangsur membaik. Bahkan di sejumlah titik, pencarian korban atau jenazah korban akan dihentikan oleh pemerintah.

SAR Tangguh Ponorogo saat melakukan pencarian korban bencana di kawasan Petobo, Selasa (9/10/2018)

SAR Tangguh Ponorogo saat mengevakuasi jenazah di Petobo, Selasa (9/10/2018)

“Kami sudah dapat informasi lokasi yang akan dihentikan evakuasinya. Tapi kami masih akan disini sesuai jadwal atau mungkin lebih lama. Ya untuk membantu penanggulangan bencana,” ungkap Basir dalam percakapan telepon kepada ponorogo.go.id, Rabu (10/10/2018).

Sampai Selasa (9/10/2018) Tim SAR Tangguh Ponorogo bersama sejumlah anggota tim SAR lain telah mengevakuasi sembilan jenazah di kawasan Petobo atau lokasi bencana likuifaksi. Evakuasi masih dilanjutkan.

Apalagi, memang masih cukup banyak jenazah yang  belum ditemukan dan belum bisa dievakuasi. Sejumlah titik harus dikawal oleh anggota TNI dan Polri untuk disterilkan dari warga yang ingin sekadar melihat-lihat lokasi bencana.

Namun untuk Rabu ini, Basir menyatakan ia harus berhenti dari aktifitas evakuasi. Selasa siang ia mengalami kecelakaan lalu lintas dengan sesama relawan.

“Saya tidak ikut (evakuasi). Saya lecet karena bertubrukan pas naik motor di sekitar posko. Jadi agar terhindar dari kontaminasi bakteri yang disebarkan jenazah yang membusuk, maka sesuai SOP (Standart Operational Procedure) saya harus berhenti dari evakuasi. Saya membantu penyaluran donasi,” ungkapnya.

Apabila evakuasi telah dihentikan, SAR Tangguh Ponorogo berencana bergabung dengan Gerak Bareng Community untuk ikut organisasi ini dalam trauma healing atau pemulihan di posko-posko yang ada. Hal ini diperlukan agar warga korban selamat bisa segera beraktifitas secara normal.

Berbagai kebutuhan hidup memang butuh bantuan dan para relawan. Apalagi sangat banyak posko yang dibuat dan semuanya membutuhkan relawan.

Soal bekal hidup, ia menyatakan bahwa uang saku jelas sudah mulai menipis. Namun ia yakin masih cukup untuk bertahan hidup dan bertugas sampai batas rencananya 14 hari sejak keberangkatan.

SAR Tangguh Ponorogo adalah organisasi SAR mandiri oleh warga. Mereka adalah warga yang sudah memiliki kompetensi penanggulangan bencana. Saat ini SAR Tangguh Ponorogo memiliki 21 anggota.

Empat orang yang diberangkatkan adalah yang memiliki kompetensi untuk penanggulangan bencana gempa, tsunami dan tanah longsor. Mereka pernah mengikuti latihan SAR dan pernah terlibat misi kemanusiaan untuk bencana serupa di sejumlah daerah di Indonesia. (kominfo/dist)

 

Berikut laporan resmi dari BNPB mengenai kondisi Palu per hari Selasa, 9 Oktober 2018.

1 .  Korban jiwa yang diketahui hingga hari ini 2.010 orang

2 .  Warga yang berhasil dievakuasi keluar dari Palu adalah 8.276 orang

3 .  2.049 orang telah diinfus difteri dan tetanus sebagai langkah pencegahan penyakit.

4. Evakuasi masih akan terus dilakukan sampai masa tanggap darurat selesai (Kamis, 11/10/2018))

5. Lokasi Balaroa dan Petobo (Palu) serta Jono Oge (Sigi) yang mengalami likuifaksi akan dibiarkan sebagai ruang terbuka hijau dan dibangun monumen peringatan pada akhir masa tanggap darurat dan di hari tersebut akan dilakukan doa bersama di sana.

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *