Breaking News
  • Home
  • News
  • Relokasi Pasar Legi Ponorogo Dimulai November

Relokasi Pasar Legi Ponorogo Dimulai November

By on September 18, 2018 0 406 Views

RELOKASI atau pemindahan sementara Pasar Legi beserta para pedagangnya dipastikan dilaksanakan pada awal November mendatang. Sebanyak 2.500 pedagang akan ditempatkan di lahan eks-RSUD dr Harjono selama 2019 untuk dibuatkan bangunan pengganti pasar yang terbakar 2017 lalu.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Perdagkum) Kabupaten Ponorogo Addin Andanawarih mengatakan, saat ini lelang pekerjaan pembuatan pasar relokasi sedang dilelang. Diharapkan di akhir bulan, pemenang lelang sudah didapatkan.

“Begitu ada pemenang maka selama satu bulan di Oktober mereka (pemenang lelang pembangunan pasar relokasi) akan bekerja. Pada November mulailah mereka kita boyong ke lokasi yang baru,” ungkap Addin, Selasa (18/9/2018).

Bangunan Pasar Legi Ponorogo yang terbakar tahun lalu.

Bangunan Pasar Legi Ponorogo yang terbakar tahun lalu.

Setelah pedagang berpindah seluruhnya, maka bangunan Pasar Legi yang berdiri saat ini akan dirobohkan seluruhnya. Bangunan yang terbakar maupun yang tidak terbakar akan diratakan dengan tanah. Di atasnya akan didirikan bangunan pasar yang baru.

“Nah, untuk itu saat ini juga sedang dilakukan appraisal (perkiraan) oleh DPPKAD dan pada bulan Oktober akan dilelang. Harapannya November sudah ada pemenang lelang proyek pembangunan pasar,” ujar Addin.

Direncanakan, pada Januari 2019  proyek pembangunan sudah bisa dimulai. Pembangunannya akan menggunakan APBN dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kemen PUPR) RI. Dananya mencapai lebih dari Rp200 miliar.

Untuk relokasi, dananya akan diambilkan dari dana APBD yang semula direncanakan untuk pembangunan kembai Pasar Legi. Dari dana yang sebesar Rp90 miliar, saat ini sudah turun Rp25 miliar.

“Tapi kita baru pakai Rp17 miliar untuk manajemen konstruksi (MK), pembuatan DED (Detailed Engineering Design) pembuatan IPAL (Instansi Pengolahan Air Limbah) dan relokasi. Yang Rp8 miliar akan dikembalikan ke kas daerah. Termasuk yang Rp65 miliar lainnya juga akan dikembalikan ke kas daerah,” pungkas Addin. (kominfo/dist)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *