Breaking News
  • Home
  • News
  • Relokasi Warga Terdampak Waduk Bendo 90 Persen Selesai

Relokasi Warga Terdampak Waduk Bendo 90 Persen Selesai

By on December 20, 2017 0 217 Views

PONOROGO, – Pemerintah Daerah Kabuoaten Ponorogo sudah selayaknya bisa sedikit menarik nafas lega atau plong. Hal ini lantaran persoalan relokasi hampir seratus warga atau KK yang terdampak adanya pembangunan Waduk Bendo yang telah lama menjadi beban, saat ini telah terpecahkan atau telah ditemukan solusinya. Tepatnya, saat ini pembangunan 98 rumah pengganti bagi warga terdampak waduk bendo telah hampir selesai pembangunannya.

Sebagaimana diketahui, bahwa sebanyak hampir 100 keluarga atau rumah berada di kawasan ngarai atau dasar sungai yang saat ini tengah terus dikebut pembangunannya untuk dijadikan waduk. Sehingga otomatis, jika waduk Bendo tersebut telah selesai pembangunannya, maka rumah dan lahan pekarangan mereka tersebut nantinya akan tenggelam jadi dasar bendungan. Oleh karenanya mereka harus pindah dan direlokasi.

“Pencanangan pembangunan waduk Bendo ini kan sebenarnya sudah sejak tahun 2013 lalu. Tapi karena proses perizinan dengan pihak perhutani yang begitu rumit dan sulit, maka pembangunan tidak bisa cepat selesai. Termasuk untuk penyediaan lahan pengganti relokasi warga terdampak itu,” terang bupati H. Ipong, saat meninjau pembangunan rumah relokasi, Rabu, 20 Desember 2017.

“Bupati sebelumnya, pak Amin sebenarnya sudah mulai mengajukan izin penyediaan lahan pengganti ini sejak lama. Tapi nyatanya tak kunjung keluar izin dari kementrian dan dirjen kehutanan itu. Alhamdulilah setelah kita teruskan urus hal itu, September kemarin izin keluar dan langsung Oktober ini kita mulai bangun perumahan ini,” lanjut bupati H. Ipong.

Jumlah rumah baru untuk relokasi warga terdampak waduk Bendo disampaikan bupati sejumlah 98 rumah. Dengan spesifikasi rumah Type 49 dengan 2 buah kamar hingga kamar mandi didalam. Per-satu rumah dianggarkan pembangunannya sebesar 180 juta rupiah. Diluar untuk area bangunan rumah bupati juga menegaskan bahwa mereka juga masih akan ditambahi lahan pekarangan yang ada di belakang rumah.

“Per satu KK, lahan yang disediakan seluas 100 meter persegi. Jadi mereka tetap punya lahan sisa di belakang rumah yang bisa digunakan untuk pekarangan rumah atau apa nanti terserah mereka. Fasilitas listrik juga air bersih juga akan kita fasilitasi untuk melengkapi ini,” tegasnya.
Terakhir bupati menjelaskan bahwa apa yang didapat warga dari penyediaan rumah baru bagi mereka tersebut, menurut bupati akan lebih bagus apa yang mereka dapatkan. Karena nantinya di area perumahan relokasi ini juga akan dilengkapi dengan lapangan olahraga, masjid, hingga balai dusun. (Kominfo/Jmn)

  News