Breaking News
  • Home
  • News
  • Reyog Bulan Purnama Hilang? Ini penjelasannya

Reyog Bulan Purnama Hilang? Ini penjelasannya

By on July 31, 2018 0 401 Views

Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo dalam mengembangkan dan memajukan wisata lokal tahun 2019 akan mengalami kendala. Hal ini dikarenakan ada pemangkasan anggaran yang harus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo disetiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak terkecuali Dinas Pariwisata. Pemangkasan anggaran tersebut berimbas dalam promosi wisata yang dilakukan Dinas Pariwisata mulai dari pertunjukan Reyog Bulan Purnama, Wayang Kulit, Grebeg Suro dan Hari Jadi.

Plt. Dinas Pariwisata Ponorogo, Sapto Jatmiko, saat ditemui di kantornya kemarin (30/7/2018) menjelaskan terkait pemangkasan ini bukan karena kinerja yang menurun, akan tetapi karena anggaran dari pemerintah pusat ke daerah mengalami penurunan yang signifikan.

“rencana awal anggaran untuk Dinas Pariwisata tahun 2019 adalah sebesar 4,4 Milyar, ini turun 3,1 Milyar dari alokasi anggaran tahun ini yang 7,5 Milyar,” ungkapnya.

Untuk penurunan anggaran yang signifikan ini Sapto tidak berani menghilangkan semua agenda wisata yang ada di Kabupaten Ponorogo dirinya bakal membuat beberapa alternatif, karena beberapa event tersebut sudah menjadi event milik masyarakat Kabupaten Ponorogo.

“Saya akan memodifikasi beberapa event seperti bulan purnama yang biasanya 1 bulan sekali menjadi 2 bulan, dan ini konsep sementara,” jelasnya.

Konsep tersebut juga sudah lapor kepada pimpinan, dan ada kebijakan harus di lakukan tiap bulan yang nantinya bakal ada pembahasan-pembahasan lebih lanjut tentang alokasi anggaran itu.

“Ini masih draf dan belum masuk dewan, nantinya bakal kita perjuangkan supaya seperti tahun ini, ini masih bulan Juli 2018 masih ada banyak waktu untuk melakukan pembahasan,” pungkasnya.

Sapto berharap nantinya event – event yang sudah di miliki oleh masyarakat ini akan terus ia perjuangkan, dan dirinya optimis nanti di kembalikan lagi.

“event tersebut sudah milik masyarakat, ya saya akan berjuang untuk mengembalikannya seperti tahun ini, karena untuk masyarakat,” harapnya. (kominfo/fdl)

  News
Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *