Breaking News

Reyog Ponorogo Siap Getarkan Hiroshima

By on April 30, 2018 0 283 Views

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo saat memberikan pengarahan sesaat sebelum tim kesenian reyog berangkat menuju Jepang, Senin (30/4/2018).

HIROSHIMA yang pernah luluh lantak di tahun 1945 akan segera digetarkan oleh Reyog Ponorogo. Sebanyak 17 penari dengan format lengkap, Senin (30/4/2018) telah berangkat menuju negeri matahari terbit untuk unjuk kebolehan bersama ratusan seniman lain dari seluruh dunia.
Para penari reyog ini akan tampil pada 2-5 Mei mendatang dalam Hiroshima Sunflower Festival dan beraksi di Kota Fukuoka, ibukota Prefektur Fukuoka. Mereka berangkat pada Senin (30/4/2018) pagi dari Bandara Adi Sumarmo, Solo dan langsung menuju Jepang.
“Hiroshima Sunflower Festival adalah kegiatan tahunan yang merupakan ikon Jepang yang selalu diikuti para seniman dari seluruh dunia. Ini event kesenian kelas dunia,” ungkap Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo Sapto Djatmiko kepada ponorogo.go.id saat persiapan keberangkatan para duta seni tersebut.
Di Hiroshima, para seniman-seniwati tersebut akan tampil dalam dua jenis kegiatan. Kegiatan pertama adalah pada festival bunga yang berupa karnaval dengan penampil yang didominasi bunga, sedangkan kegiatan kedua adalah menari di panggung dengan alur cerita lengkap.
“Pada karnaval, tim kesenian kita akan berjalan sekitar 1,5 kilometer. Formasi lengkap. Kedua, kita akan tampil menari di panggung di depan duta-duta seni dari negara lain dan para petinggi di Jepang dan dari dunia internasional. Kita siap menggetarkan Jepang dengan reyog kita. Ini agar semua tahu, reyog berasal dari Ponorogo, asli Indonesia. Ini ajang yang strategis agar reyog lebih dikenal dunia,” kata Sapto antusias.

Tim kesenian reyog saat berada di Bandara Adi Sumarmo, Solo, untuk berangkat menuju Jepang, Senin (30/4/2018).

Setelah Hiroshima, kota berikutnya adalah Fukuoka, ibukota Prefektur Fukuoka. Mereka akan tampil dalam format tarian panggung. “Untuk bloking tari kita sesuaikan dengan luas panggungnya nanti,” Sapto menambahkan.
Untuk menampilkan tari reyog di Jepang ini, para penari asal Ponorogo yang berkelas nasional dan ada pula yang merupakan pemenang ajang kakang senduk, telah disiapkan selama beberapa waktu lalu. Ada dua dhadhak merak yang diboyong ke Jepang dengan tiga pembarong terbaik di Indonesia yang dipercaya membopong topeng tari terbesar di dunia itu.
“Semua yang terbaik yang kita berangkatkan. Sebab, kita tampil bukan hanya untuk memenuhi undangan dari Walikota Hiroshima kepada Dubes (Duta Besar) Indonesia di Jepang, tapi juga untuk mendorong pengakuan reyog sebagai warisan dunia bernilai tak benda di UNESCO (United Nation Education, Scientific dan Cultural Organization),” ungkap Sapto sambil menyebut dubes Indonesia di Jepang sendiri yang ingin menampilkan reyog.
Sapto menyatakan, Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni juga mendapat undangan secara pribadi untuk menyaksikan festival ini. Dan sejauh ini, support dari bupati terhadap tim yang diberangkatkan sangat positif. (kominfo/dist)