Breaking News
  • Home
  • Slider
  • Ribuan Masyarakat Sinau Bareng Keluarga Berencana Bareng Cak Nun

Ribuan Masyarakat Sinau Bareng Keluarga Berencana Bareng Cak Nun

By on November 29, 2018 0 196 Views

Meriah, ribuan masyarakat Ponorogo dan sekitarnya tumplek blek (berkumpul,red) di Alun-alun Kabupaten Ponorogo. Pasalnya pada Rabu malam (28/11) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur (Jatim) mengadakan acara Sinau bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng yang mengambil tema Advokasi Program Kependudukan Keluarga Berencana &  Pembangunan Keluarga (KKBPK) berbasis agama.

Cak nun saat memberikan materi tentang Keluarga Berencana

Dalam kegiatan tersebut BKKBN bersinergi dengan Pemerintah Ponorogo dan Ponpes Segoro Agung. Selain Cak Nun dan Kiai Kanjeng untuk mengisi acara, juga turut hadir Kepala Perwakiln BKKBN Provinsi Jatim, Yenrizal Makmur, Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, Kapolres Ponorogo, AKBP Radiant, Kasdim 0802/Ponorogo Mayor Inf M. Yusuf, seluruh kepala OPD Pemkab Ponorogo.

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni menuturkan kegiatan ini merupakan bagian dari sosialisasi program Keluarga Berencana (KB) yang dikemas secara berbeda.

“Ini merupakan suatu bagian dari sosialisasi program KB dengan acara sinau bareng Cak Nun, supaya masyarakat bisa sinau bareng terkait KB,” ungkap orang nomer satu di Ponorogo.

Ipong menjelaskan kepada media bahwa Ponorogo untuk program KBnya sudah berjalan. Kita juga ada kampung-kampung KB yang itu membuktikan bahwasannya programnya sukses.

“Ya dengan ditambahnya sinau bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng ini nantinya pemahaman masyarakat tentang kependudukan dan program KB lebih baik lagi, dan ditargetkan pertumbuhan penduduk di Ponorogo bisa terkendali dan terciptanya keluarga yang sejahtera,” jelasnya.

Sementara itu Cak Nun mengungkapkan untuk BKKBN itu sudah ada sejak jaman order baru (Orba). Dulu itu istilahnya hardwarenya tentang dua anak cukup. Kalau sekarang tekanannya berbeda. Sekarang kemampuan psikologis, budaya dan akhlak untuk berkeluarga dengan baik. Jadi urusan BKKBN sekarang adalah bagaimana punya pemahaman dan sikap yang baik untuk ciptakan keluarga-keluarga yang bahagia dengan delapan fungsi keluarga bahagia.

“Sekarang itu bukan lagi dua anak cukup, tapi bisa berkeluarga dengan bisa melindungi diri dari narkoba, perceraian, pernikahan dini,” tungkasnya. (Kominfo/fdl).

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *